Sumsel

Pakai Daster dan Jilbab untuk Kelabui Warga, Dua Pembobol Rumah di Palembang Ditangkap Polisi

Kurnia | 17 Juli 2026, 18:15 WIB
Pakai Daster dan Jilbab untuk Kelabui Warga, Dua Pembobol Rumah di Palembang Ditangkap Polisi
Pakai Daster dan Jilbab untuk Kelabui Warga, Dua Pembobol Rumah di Palembang Ditangkap Polisi

AKURAT.CO SUMSEL Upaya dua pelaku pencurian untuk mengelabui warga dengan menyamar sebagai perempuan akhirnya berakhir di tangan polisi.

Keduanya ditangkap Unit Reskrim Polsek Sako setelah membobol sebuah rumah kosong di kawasan Jalan Sematang Borang, Lorong Persatuan, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang.

Dua pelaku yang diamankan masing-masing Sukiwan (52), warga Kecamatan Sako, dan Ari Ardiansyah (31), warga Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

Menariknya, salah satu pelaku diketahui merupakan tetangga korban sendiri dan diduga telah mengetahui kondisi rumah serta aktivitas penghuninya sehari-hari.

Kapolsek Sako Kompol Makmun Nartawinata mengatakan, aksi pencurian tersebut terjadi pada 5 Juli 2026 saat rumah korban ditinggalkan seluruh penghuni untuk menghadiri acara keluarga.

Baca Juga: Ngaku Bisa Masukkan Korban Jadi Pegawai PDAM dan Damkar, Oknum ASN Pemkot Palembang Ditangkap Polisi

Korban baru menyadari rumahnya dibobol setelah kembali sekitar pukul 21.00 WIB dan mendapati kondisi jendela rumah sudah dalam keadaan rusak dan terbuka.

"Pelaku masuk dengan cara merusak jendela menggunakan linggis yang telah dipersiapkan sebelumnya," ujar Makmun saat konferensi pers, Jumat (17/7/2026).

Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, pelaku menuju kamar dan membongkar lemari untuk mencari barang berharga milik korban.

Dari aksinya tersebut, kedua pelaku berhasil membawa kabur uang tunai yang tersimpan di beberapa lokasi berbeda di dalam rumah dengan total kerugian mencapai Rp50 juta.

Rinciannya, uang sebesar Rp16 juta diambil dari dalam tas jinjing, Rp30 juta dari lipatan pakaian di lemari, Rp500 ribu dari celengan, serta uang milik anggota keluarga lainnya yang tersimpan di kamar berbeda.

Polisi mengungkap, untuk menghindari kecurigaan warga sekitar, kedua pelaku mengenakan daster dan jilbab saat menuju lokasi kejadian sehingga sekilas tampak seperti perempuan yang sedang melintas di lingkungan tersebut.

"Modus ini dilakukan agar warga tidak menaruh curiga terhadap keberadaan mereka di sekitar rumah korban," kata Makmun.

Kasus ini terungkap setelah korban merasa curiga terhadap Sukiwan yang sempat menanyakan apakah seluruh penghuni rumah ikut pergi dan rumah akan dalam keadaan kosong.

Kecurigaan tersebut kemudian menjadi petunjuk penting bagi polisi dalam proses penyelidikan hingga akhirnya kedua pelaku berhasil ditangkap.

Di hadapan penyidik, Sukiwan mengakui bahwa pakaian perempuan yang digunakan saat beraksi memang telah dipersiapkan sebelumnya.

"Daster itu kami beli dan dibawa dari rumah. Kami memakainya ketika sudah berada di dekat lokasi agar tidak dikenali warga," ujar Sukiwan.

Uang hasil pencurian kemudian dibagi dua dan digunakan untuk berbagai keperluan pribadi, termasuk berfoya-foya.

Polisi kini masih mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku dalam kasus pencurian lain di wilayah Palembang dan sekitarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia