Sumsel

Pinjam Motor Alasan Beli Rokok, Pria di Jakabaring Berakhir di Tangan Polisi

Deny Wahyudi | 13 Juli 2026, 15:45 WIB
Pinjam Motor Alasan Beli Rokok, Pria di Jakabaring Berakhir di Tangan Polisi
Pinjam Motor Alasan Beli Rokok, Pria di Jakabaring Berakhir di Tangan Polisi

AKURAT.CO SUMSEL Aksi penggelapan sepeda motor dengan modus meminjam kendaraan untuk membeli rokok berhasil diungkap Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang.

Seorang pria berinisial MA (54), warga Kecamatan Jakabaring, ditangkap setelah diduga membawa kabur motor milik temannya sendiri.

Pelaku diamankan di kediamannya di kawasan Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong Semeru, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Jakabaring, pada Sabtu (11/7/2026) malam.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP M. Jedi P didampingi Kanit Ranmor Iptu Jhoni Palapa membenarkan penangkapan tersebut.

"Benar, pelaku dugaan penggelapan sepeda motor telah diamankan. Penangkapan dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan korban," ujar Jedi, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: Diupah Rp300 Juta, Dua Kurir Sabu 10,5 Kilogram Tujuan NTB Ditangkap di Palembang

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Monnopahit 6, Kecamatan Jakabaring, pada 6 Juni 2026 sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat itu, suami korban yang berinisial EA bersiap menggunakan sepeda motor untuk berangkat bekerja. Tidak lama kemudian, pelaku datang dan meminjam kendaraan tersebut dengan alasan hendak membeli rokok.

Karena sudah saling mengenal dan berteman, korban tidak menaruh curiga dan meminjamkan sepeda motor Yamaha Vario bernomor polisi BG 5711 AFG miliknya kepada pelaku.

Namun, hingga beberapa hari berlalu, sepeda motor tersebut tidak kunjung dikembalikan. Upaya korban untuk meminta kembali kendaraannya juga tidak membuahkan hasil sehingga kasus itu akhirnya dilaporkan ke Polrestabes Palembang.

Berbekal laporan tersebut, Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang melakukan penyelidikan hingga berhasil mengetahui keberadaan pelaku dan langsung melakukan penangkapan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, MA mengaku nekat melakukan penggelapan karena alasan ekonomi dan kebutuhan rumah tangga.

"Pengakuan sementara, pelaku melakukan perbuatannya karena terdesak kebutuhan ekonomi. Namun motif tersebut masih kami dalami," kata Jedi.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya fotokopi STNK kendaraan milik korban serta dokumen lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polrestabes Palembang guna kepentingan penyidikan dan pengembangan kasus.

Atas perbuatannya, MA dijerat Pasal 486 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindak pidana penggelapan dengan ancaman hukuman penjara paling lama empat tahun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia