Alasan Herry Habisi Nyawa Lansia di Palembang Rupanya Karena Tersinggung

AKURAT.CO SUMSEL Sebuah kesalahpahaman sepele berujung tragedi berdarah di Kota Palembang. Seorang pria bernama Herry Tarmizi (49) ditangkap polisi setelah terlibat duel maut yang menewaskan seorang lansia berusia 72 tahun.
Korban, Suharno Taryak (72), warga Lorong Karang Kuang, Kelurahan 10 Ilir, Kecamatan Ilir Timur III, Palembang, meninggal dunia setelah mengalami luka bacok dalam peristiwa yang terjadi di Jalan Batu II, Lorong Manggis, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Senin (15/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Tak butuh waktu lama, pelarian pelaku berhasil dihentikan jajaran Polsek SU II Palembang. Herry ditangkap sekitar dua jam setelah kejadian saat berada di Rumah Sakit Siti Fatimah Palembang untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca Juga: Nilai Tukar Petani Sumsel Meningkat hingga Mei 2026, Tertinggi Capai 141,54
Kapolsek SU II Palembang, Kompol Dedi Rahmat Hidayat, mengatakan pelaku diamankan ketika dibawa keluarganya berobat akibat luka yang juga dialaminya dalam insiden tersebut.
"Benar, pelaku sudah diamankan saat dibawa keluarganya berobat ke RS Siti Fatimah. Keduanya mengalami luka, namun korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS BARI Palembang," kata Dedi.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula ketika Herry datang ke lokasi kejadian. Kehadirannya kemudian ditegur oleh korban yang saat itu berada di sekitar lokasi.
Teguran tersebut diduga memicu emosi pelaku hingga terjadi adu mulut. Ketegangan kemudian meningkat menjadi perkelahian yang berujung pada penggunaan senjata tajam.
Dalam duel tersebut, korban mengalami dua luka robek serius di lengan kiri dan kehilangan banyak darah. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Sementara itu, Herry juga mengalami luka akibat perkelahian tersebut. Polisi menduga luka yang dideritanya berasal dari perlawanan yang terjadi saat insiden berlangsung.
Fakta lain yang terungkap, Herry diketahui memiliki riwayat perawatan gangguan kejiwaan. Ia pernah menjalani perawatan di RS Ernaldi Bahar dan Klinik Insani.
Kondisi tersebut kini menjadi salah satu fokus penyidik dalam mendalami kasus tersebut, termasuk untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku saat melakukan aksi yang menyebabkan hilangnya nyawa korban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun







