Sumsel
HL Sumsel

Cekcok Keluarga Berujung Maut, IRT di Palembang Ditangkap Usai Tusuk Sepupu Sendiri

Kurnia | 1 Mei 2026, 18:00 WIB
Cekcok Keluarga Berujung Maut, IRT di Palembang Ditangkap Usai Tusuk Sepupu Sendiri
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan Ki Merogan, Kecamatan Kertapati, Palembang, akhirnya menemui titik terang. Tim Opsnal Unit 1 Subdit III Jatanras Polda Sumatera Selatan berhasil meringkus pelaku yang ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

Pelaku diketahui bernama Safsilawati (34), seorang ibu rumah tangga warga Seberang Ulu I Palembang. Ia ditangkap setelah diduga menusuk Asep Yohari (36), yang tak lain masih memiliki hubungan kekerabatan dengannya.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (23/4/2026). Berdasarkan penyelidikan, insiden bermula dari percekcokan antara korban dan pelaku yang dipicu persoalan keluarga.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Johannes Bangun, menjelaskan bahwa sebelum kejadian sempat terjadi adu mulut antara keduanya. Situasi kemudian memanas hingga berujung aksi penusukan.

Baca Juga: Kasus Daycare di Jogja Picu Kekhawatiran, Buruh Perempuan di Palembang Minta Fasilitas Penitipan Anak di Tempat Kerja

“Istri korban sempat mendengar teriakan dari dalam rumah dan melihat tersangka keluar sambil membawa pisau yang kemudian disembunyikan di dalam jilbab,” ujar Johannes, Jumat (1/5/2026).

Tak lama setelah itu, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka tusuk di bagian perut. Bahkan, luka yang dialami cukup parah hingga menyebabkan usus korban terburai.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Palembang BARI dan menjalani perawatan intensif selama tiga hari. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Polisi yang melakukan penyelidikan berhasil mengamankan barang bukti berupa pisau dapur yang diduga digunakan pelaku dalam aksi tersebut. Saat ini, Safsilawati masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Sumsel.

Sementara itu, penasihat hukum keluarga korban, Safriadi Syamsudin, membenarkan bahwa antara korban dan pelaku memiliki hubungan keluarga dekat.

“Masih ada hubungan kerabat, mertua pelaku dan ibu korban itu saudara kandung,” ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia