Sumsel

Cabai Rawit Jadi Komoditas Termahal di Sumsel, Harga Capai 66 Ribu

Kurnia | 24 Juni 2026, 18:15 WIB
Cabai Rawit Jadi Komoditas Termahal di Sumsel, Harga Capai 66 Ribu
pedagang cabai.

AKURAT.CO SUMSEL Harga cabai di Sumatera Selatan (Sumsel) masih terus mengalami kenaikan dan kini menjadi salah satu komoditas pangan dengan harga tertinggi di pasar tradisional.

Cabai rawit hijau tercatat menembus Rp66.250 per kilogram, disusul cabai rawit merah di harga Rp65.250 per kilogram.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) per Rabu (24/6/2026), seluruh jenis cabai mengalami tren kenaikan.

Cabai merah besar naik 7,72 persen menjadi Rp50.250 per kilogram, sementara cabai merah keriting meningkat 4,93 persen menjadi Rp53.250 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit. Cabai rawit hijau naik 2,71 persen menjadi Rp66.250 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah naik 1,95 persen menjadi Rp65.250 per kilogram.

Tingginya harga tersebut membuat cabai menjadi salah satu komoditas yang memberi tekanan terhadap inflasi pangan di Sumsel. Bahkan, harga cabai rawit saat ini hampir empat kali lebih tinggi dibandingkan harga beras medium yang berada di kisaran Rp16.000 per kilogram.

Di sisi lain, beberapa komoditas bumbu dapur justru mengalami penurunan harga. Bawang merah turun 4,95 persen menjadi Rp43.250 per kilogram dan bawang putih turun 7,47 persen menjadi Rp40.250 per kilogram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Efendi, mengatakan fluktuasi harga cabai dipengaruhi pola produksi yang bersifat musiman sehingga pada periode tertentu pasokan menjadi terbatas.

Baca Juga: Sumsel United Bidik Pelatih Eks Timnas untuk Liga 2, Pengumuman Dijadwalkan Juli

“Produksi cabai memang bersifat musiman. Saat terjadi kekosongan pasokan, kebutuhan pasar dipenuhi dari daerah lain agar harga tetap stabil,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah daerah di Sumsel seperti Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, dan Kota Pagaralam menjadi sentra produksi cabai. Namun, produksi lokal baru mampu memenuhi sekitar 40 hingga 50 persen kebutuhan pasar, sementara sisanya masih dipasok dari luar daerah.

Rata-rata produksi cabai merah di Sumsel mencapai sekitar 24.500 ton per tahun.

Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah daerah terus mendorong program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), yang mengajak masyarakat menanam cabai di pekarangan rumah.

“Melalui GSMP, masyarakat diharapkan bisa memenuhi kebutuhan cabai secara mandiri, sehingga dapat membantu menekan gejolak harga,” kata Ruzuan.

Sementara itu, berdasarkan pantauan harga di Pasar Lemabang Palembang, sejumlah kebutuhan pokok lainnya tercatat relatif stabil. Harga beras medium berada di kisaran Rp13.500 per kilogram, sementara beras premium Rp15.000 per kilogram.

Harga gula pasir berkisar Rp17.000–Rp18.000 per kilogram, minyak goreng Rp20.000–Rp22.000 per liter, dan daging sapi mencapai Rp150.000 per kilogram.

Adapun harga cabai di tingkat pasar tradisional juga masih berada pada level tinggi, dengan cabai rawit sekitar Rp60.000 per kilogram dan cabai merah keriting Rp48.000 per kilogram.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia