Sumsel

Dampak Bila AS Blokade Selat Hormuz: Harga Minyak Dunia Melonjak, Rupiah Melemah ke Rp17.105

Septiyanti Dwi Cahyani | 14 April 2026, 08:00 WIB
Dampak Bila AS Blokade Selat Hormuz: Harga Minyak Dunia Melonjak, Rupiah Melemah ke Rp17.105
Selat Hormuz (Freepik)

AKURAT. CO SUMSEL - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memblokade Selat Hormuz imbas gagalnya perundingan menuju damai dengan Iran yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/4/2026).

Rencana ini dinilai sebagai eskalasi besar dalam konflik yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.

Analis pertahanan Justin Crump mengatakan bahwa langkah tersebut mencerminkan kemarahan Presiden AS Donald Trump setelah upaya perundingan damai tidak menghasilkan kesepakatan.

Baca Juga: Kasus Korupsi di KSOP Palembang Naik Penyidikan, Kejati Sumsel Sita Uang dan Dokumen

Lantas, apa yang akan terjadi pada dunia jika Trump benar-benar mblokade Selat Hormuz sebagai jalur vital penyaluran minyak bumi bagi negara-negara pengimpor?

1. Blokade Diperkirakan Tekan Ekspor Minyak Iran

Militer AS menyatakan, blokade akan mulai diberlakukan pada Senin (13/4/2026) pukul 10.00 waktu AS Timur (sekitar 21.00 WIB).

Baca Juga: Kasus ISPA Mengintai, Dinkes Sumsel Minta Warga Lebih Waspada

Kebijakan ini akan menghentikan lalu lintas kapal yang masuk dan keluar pelabuhan Iran, termasuk pelabuhan di Teluk Persia dan Teluk Oman.

Langkah ini diperkirakan berdampak langsung pada ekspor minyak Iran yang mencapai sekitar 1,7–1,8 juta barel per hari.

Jika akses pelabuhan terganggu, maka pasokan minyak Iran ke pasar global akan ikut terhambat.

Baca Juga: Jalur Vital Sumsel Tersendat, Gubernur Gerak Cepat Perlebar Akses TAA

Namun, data pelayaran menunjukkan, sebelum kebijakan ini diumumkan, Iran sempat meningkatkan pengiriman minyak, dengan jutaan barel tersimpan di kapal tanker yang mengapung di laut, menandakan adanya upaya mengantisipasi tekanan lanjutan.

2. Harga Minyak Tembus 100 Dollar AS

Gangguan pada Selat Hormuz bagaimanapun bisa memperketat pasokan energi dunia dan memicu kenaikan harga minyak.

Baca Juga: Hari Pertama WFH Jumat Kemarin, Ribuan ASN Sumsel Langsung Beradaptasi

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 7 persen hingga kembali menembus level 100 dollar AS per barrel pada perdagangan Senin (13/4/2026).

Kenaikan ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) bersiap memblokade jalur pelayaran Iran melalui Selat Hormuz, menyusul gagalnya perundingan dengan Iran untuk mengakhiri perang.

Harga minyak mentah Brent diketahui naik 7,03 dollar AS atau 7,4 persen menjadi 102,23 dollar AS per barel pada pukul 15:10 WIB, setelah sebelumnya turun 0,75 persen pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu.

Baca Juga: Dishub Buka Suara soal Macet Saat CFD: Personel Kurang di Titik Rawan

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 7,31 dollar AS atau 7,6 persen ke level 103,88 dollar AS per barel, setelah sempat melemah 1,33 persen pada sesi sebelumnya.

3. Rupiah Melemah ke Rp17.105

Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis pada perdagangan Senin (13/4/2026), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global yang turut menekan pasar keuangan.

Baca Juga: Modus Cek AC Berujung Pelecehan, Penghuni Kost di Palembang Laporkan Suami Ibu Kost

Berdasarkan data pasar, rupiah turun 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp17.105 per dolar Amerika Serikat (AS), dari posisi sebelumnya Rp17.104 per dolar AS.

Ibrahim Assuaibi pengamat mata uang dan komoditas menilai pelemahan rupiah dipicu sentimen eksternal, terutama rencana blokade jalur pelayaran strategis dunia.

4. Harga Emas Anjlok

Baca Juga: Viral, Balita 1,5 Tahun Diajak Mendaki Gunung Ungaran Jawa Tengah Berakhir Alami Hipotermia

Harga emas anjlok karena kegagalan perundingan perdamaian AS-Iran membuat kekhawatiran inflasi meningkat.

Perundingan tersebut berakhir tanpa resolusi, selain itu rencana Amerika untuk memblokade Selat Hormuz memperdalam guncangan pasokan energi global.

Harga emas spot turun 1,6% menjadi US$4.674,32 per ounce pada Senin (13/4/2026) pukul 8:25 pagi di Singapura, perak turun 2,7% menjadi US$73,81 per ounce, diikuti platinum dan paladium juga turun.

Sementara itu, harga emas batangan turun hingga 2,2% hingga di bawah US$4.650 per ounce, menghapus kenaikan minggu sebelumnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.