Video Siswi SMP di Muratara Dirundung Viral, Disdik Janji Beri Sanksi Tegas

AKURAT.CO SUMSEL Kasus perundungan pelajar kembali mencoreng dunia pendidikan di Sumatera Selatan (Sumsel).
Kali ini, insiden tersebut terjadi di SMP Negeri Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), dan videonya viral di media sosial, Jumat (17/10/2025).
Dalam rekaman berdurasi singkat yang beredar luas, tampak seorang siswi SMP ditarik dan dipukul oleh teman sebayanya di lokasi terbuka. Ironisnya, sejumlah pelajar lain hanya menonton tanpa berusaha melerai.
Aksi tersebut memicu kemarahan publik dan menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan (Disdik) Muratara.
“Kami sudah memanggil wali murid dari kedua belah pihak, baik korban maupun pelaku, untuk dimediasi bersama Kapolsek Karang Jaya, Camat, Kepala Desa Embacang Baru Ilir, dan pihak sekolah,” ujar Sekretaris Disdik Muratara, Ranti, saat dikonfirmasi, Jumat (17/10/2025).
Baca Juga: Pinjam Tak Kembali, Pasutri di Palembang Diduga Gelapkan Mobil Pengusaha Cuci Mobil
Ranti menegaskan, pemerintah daerah tidak akan menolerir tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan. Saat ini, tim Satgas TIPIS Disdik Muratara tengah melakukan penelusuran mendalam untuk menentukan sanksi terhadap pelaku perundungan.
“Sanksi pasti akan diberikan. Kami ingin kejadian seperti ini tidak terulang lagi karena sudah mencoreng dunia pendidikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ranti mengungkapkan bahwa korban mengalami trauma berat akibat kejadian tersebut.
“Secara psikologis, korban pasti terguncang. Kami berharap sekolah dan keluarga memberikan pendampingan agar kondisinya segera pulih,” ujarnya.
Pihak Disdik juga menegaskan, meski telah dilakukan mediasi, keluarga korban tetap memiliki hak penuh jika ingin membawa kasus ini ke jalur hukum. “Kami menghormati keputusan keluarga korban jika ingin melapor ke pihak berwajib,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Muratara, Zazili, menyebut insiden tersebut terjadi pada 15 Oktober 2025 di luar area sekolah. Ia menegaskan, pihaknya akan menindak tidak hanya pelaku utama, tetapi juga para saksi yang hanya menonton dan merekam aksi kekerasan tersebut.
“Ini bukan hanya soal pelaku, tapi juga anak-anak lain yang menonton tanpa empati. Mereka kehilangan rasa kemanusiaan dan solidaritas,” tegas Zazili.
Ia memastikan, Disdik Muratara bersama aparat kepolisian dan pihak sekolah telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan investigasi dan pembinaan.
“Kami ingin memastikan lingkungan belajar di Muratara kembali aman dan bebas dari kekerasan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








