Sumsel
HL Sumsel

Viral Warga Muara Enim Tertahan di Kamboja, Mengaku Tak Bisa Pulang Karena Diminta Tebus Rp55 Juta

Kurnia | 28 Mei 2026, 18:30 WIB
Viral Warga Muara Enim Tertahan di Kamboja, Mengaku Tak Bisa Pulang Karena Diminta Tebus Rp55 Juta
Viral Warga Muara Enim Tertahan di Kamboja, Mengaku Tak Bisa Pulang Karena Diminta Tebus Rp55 Juta

AKURAT.CO SUMSEL Sebuah video pengakuan seorang pria asal Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, viral di media sosial setelah mengaku terlantar di Kamboja dan tidak bisa kembali ke Indonesia.

Pria bernama Okta itu mengaku diminta membayar puluhan juta rupiah jika ingin dipulangkan ke tanah air.

Dalam video yang beredar, Okta mengaku sudah berada di Kamboja selama sekitar tiga bulan terakhir. Ia awalnya dijanjikan pekerjaan di Thailand sebagai pekerja elektronik dengan seluruh biaya perjalanan ditanggung pihak perusahaan.

Namun setibanya di luar negeri, Okta justru dibawa ke Kamboja dan mengaku mengalami kesulitan untuk kembali pulang.

“Saya tidak bisa pulang karena diminta biaya sekitar Rp55 juta,” ujar Okta dalam video yang beredar di media sosial.

Ia juga mengaku paspor dan visa miliknya ditahan. Kondisi tersebut membuatnya tidak memiliki akses untuk kembali ke Indonesia secara mandiri.

Kakak kandung Okta, Rindi, membenarkan pria dalam video tersebut adalah adiknya yang berasal dari Muara Enim. Menurutnya, Okta selama ini dikenal sebagai sosok pekerja keras yang merantau demi membantu perekonomian keluarga.

Baca Juga: Dua Pria di Palembang Kepergok Bobol Depot Kusen, Mesin Pertukangan Sempat Digondol

“Dia anak ketiga dari empat bersaudara. Memang dari dulu sering merantau untuk bekerja,” kata Rindi saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).

Rindi menjelaskan, sebelum pergi ke luar negeri, Okta sempat bekerja di Palembang di bidang elektronik. Setelah itu, ia diajak rekannya pindah ke Batam sebelum akhirnya menerima tawaran kerja ke Thailand.

“Katanya mau kerja elektronik di Thailand. Tapi ternyata malah dibawa ke Kamboja,” ujarnya.

Keluarga mengaku terakhir kali bertemu langsung dengan Okta sudah cukup lama karena korban sering bekerja di luar kota dan jarang pulang ke kampung halaman.

Meski begitu, komunikasi melalui telepon seluler masih sempat dilakukan sebelum video tersebut viral di media sosial.

Menurut informasi yang diterima keluarga, Okta saat ini berada di luar perlindungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), sehingga keluarga berharap ada bantuan pemerintah untuk memulangkannya.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu memulangkan adik kami. Kondisi ekonomi keluarga kami sangat terbatas, hanya petani serabutan,” ungkap Rindi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia