Sumsel
HL Sumsel

Kronologi WNI dan Rombongan Global Sumud Flotilla 2026 Diculik Tentara Israel

Septiyanti Dwi Cahyani | 19 Mei 2026, 10:56 WIB
Kronologi WNI dan Rombongan Global Sumud Flotilla 2026 Diculik Tentara Israel
Detik-detik mencekam aksi intersep tentara Israel terhadap peserta rombongan GSF 2026 (Instagram/m_shebrawy)

AKURAT. CO SUMSEL - Ketegangan mencekam kembali terjadi di perairan internasional Mediterania Timur, dekat Siprus.

Kapal rombongan peserta Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dilaporkan dicegat dan diintersepsi oleh tentara Israel.

Aksi pencegatan dan intesepsi ini terjadi pada Senin (18/5/2026) waktu Turki.

Sebanyak 5 WNI dilaporkan menjadi peserta GSF yang diculik oleh pasukan militer Israel.

Baca Juga: Daftar WNI Diculik Tentara Israel, Ada Jurnalis hingga Aktivis

Kelima orang tersebut terdiri dari empat jurnalis dan seorang aktivis kemanusiaan.

Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan intesep yang dilakukan oleh tentara zionis.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia menuntut pembebasan segera bagi seluruh awak, relawan, serta kapal yang saat ini ditahan di sekitar perairan Siprus.

Berikut adalah kronologi aksi pencegatan tentara Israel terhadap kapal rombongan GSF 2026.

Baca Juga: Bansos Mei 2026: Kriteria Penerima hingga Cara Cek Status Pencairan Via Link dan Aplikasi

Senin, 18 Mei 2026 Pagi Hari: Peringatan Keras Tudingan Provokasi Israel

Satu jam sebelum aksi intersep itu dilakukan, Kementerian Luar Negeri Israel sempat mengeluarkan peringatan keras melalui media sosial X.

Pihak Israel meminta para aktivis untuk segera mengubah rute pelayaran mereka dan menolak klaim bahwa itu adalah misi kemanusiaan.

Israel justru menuding agenda tersebut sebagai aksi cari perhatian.

Baca Juga: Jadwal Resmi Lebaran Idul Adha 2026 Versi Pemerintah, NU dan Muhammadiyah

Senin, 18 Mei 2026 (pukul 10.30 waktu Siprus): Pengepungan dan serbuan militer

Armada kapal sipil Global Sumud Flotilla dikepung oleh kapal perang Angkatan Laut Israel di perairan internasional, sekitar 250 mil laut dari wilayah Gaza.

Tepat setelah pukul 10.30 waktu Siprus, siaran langsung video yang ditayangkan di situs web resmi GSF memperlihatkan detik-detik mencekam saat pasukan komando Israel yang mengenakan perlengkapan taktis lengkap berada di atas kapal penyerbu cepat.

Mereka mendekati salah satu kapal layar peserta.

Baca Juga: Jadwal Pencairan Gaji ke 13 Pensiunan Tahun 2026 Lengkap dengan Besaran Nominalnya

Dalam video tersebut, para relawan dan aktivis kemanusiaan di atas kapal terlihat mulai mengenakan rompi pelampung dan mengangkat tangan mereka saat militer Israel mendekat.

Pasukan bersenjata tersebut kemudian langsung menaiki kapal pertama di siang bolong.

Bersamaan dengan aksi pembajakan dan pengambilalihan kapal tersebut, siaran langsung komunikasi para aktivis mendadak terputus.

Senin, 18 Mei 2026 (sore): 16 Kapal Ditangkap

Baca Juga: Harga Sawit Sumsel Periode II Mei 2026 Melandai, Ini Rinciannya

Hingga Senin sore, situasi di lapangan terus berkembang secara dinamis.

Pihak penyelenggara mengumumkan bahwa pasukan militer Israel sejauh ini telah mencegat dan menangkap sedikitnya 16 kapal dalam flotila tersebut.

Berdasarkan laporan terakhir, banyak dari kapal-kapal dalam armada tersebut yang posisinya tertahan di lepas pantai Siprus, Mediterania Timur.

Daftar Kapal Ditahan

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Warga Sumsel Diminta Tak Beli Hewan Kurban di Pinggir Jalan

Berdasarkan data dari Kementerian Luar Negeri Indonesia, dari belasan kapal yang ditangkap, beberapa nama kapal yang teridentifikasi antara lain adalah kapal Amanda, Barbaros, Blue Toys, serta kapal Josef.

Pesan darurat (SOS) dari Jurnalis dan Aktivis Indonesia

Sebelum komunikasi total diputus oleh militer Israel, dua jurnalis Indonesia dan aktivis Rumah Zakat sempat mengirimkan rekaman video pesan darurat (Save Our Souls/SOS) sebagai bagian dari protokol keselamatan pelayaran GSF jika sewaktu-waktu mereka ditangkap.

Mereka menyatakan, apabila video rekaman itu tersebar maka artinya mereka telah ditangkap oleh pasukan zionis.

Baca Juga: Pemkot Palembang Siapkan Denda hingga Penjemputan Paksa bagi Pembuang Sampah Sembarangan

Mereka juga meminta video tersebut disebar agar sampai kepada pemerintah dan segera mengambil langkah tegas penyelematan.

Tentang Global Sumud Flotilla (GSF)

Misi kemanusiaan menembus blokade laut di Jalur Gaza ini melibatkan hampir 500 aktivis kemanusiaan yang berasal dari 45 negara di dunia.

Seminggu sebelum insiden, lebih dari 50 kapal sipil dalam armada Global Sumud Flotilla telah bertolak dari pelabuhan Marmaris, Turkiye.

Baca Juga: Herman Deru Minta THM di Palembang Dievaluasi Setelah Kasus Penembakan TNI

Pihak penyelenggara menegaskan pelayaran ini merupakan bagian akhir dari misi perjalanan mereka menuju pesisir Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan oleh warga Palestina.

Di dalam kapal-kapal tersebut, para aktivis membawa logistik penting seperti makanan, susu formula bayi, serta bantuan medis.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.