Pasca Bebas, Jessica Wongso Tak Berani Tawarkan Kopi Lagi

AKURAT.CO SUMSEL Setelah menjalani delapan tahun penjara karena kasus yang mengguncang publik,
AKURAT.CO SUMSEL Setelah menjalani delapan tahun penjara karena kasus yang mengguncang publik, Jessica Kumala Wongso kini mengungkapkan dampak emosional yang masih ia rasakan.
Jessica, yang dikenal dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin akibat racun sianida dalam es kopi Vietnam, kini mengalami trauma mendalam terkait minuman, khususnya kopi.
Otto Hasibuan, kuasa hukum Jessica, mengungkapkan bahwa trauma ini membuat kliennya enggan menawarkan minuman atau makanan kepada orang lain.
Saat ditanya tentang perubahan dalam hidupnya setelah bebas bersyarat, Jessica dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak lagi merasa nyaman menawarkan minuman kepada siapapun.
"Saya tanya dia, 'apa yang baru dari hidupmu?', dia menjawab, 'Saya tidak akan pernah lagi menawarkan minuman, terutama kopi, kepada orang lain'," ujar Otto, Senn (16/9/2024).
Trauma ini begitu mendalam sehingga bahkan dalam pertemuan dengan kerabat atau tim hukumnya Jessica tetap tidak ingin menyuguhkan apapun, baik makanan maupun minuman.
Otto menambahkan bahwa Jessica sangat berhati-hati dalam bersosialisasi terkait hal ini.
"Dia mengalami trauma, benar-benar trauma. Dia bilang, 'Saya tidak mau menawarkan apa pun, baik itu makanan, minuman, terutama kopi. Saya tidak mau menawarkan lagi," katanya.
Kehidupan Setelah Bebas
Jessica kini mencoba menikmati momen kebebasannya dengan melakukan aktivitas yang menenangkan, salah satunya bermain golf di kawasan Senayan.
Foto-foto yang beredar memperlihatkan Jessica mengenakan dress krem sederhana tanpa banyak aksesori, menandakan gaya hidup yang lebih santai dan terjaga.
Meskipun bebas, Jessica tetap harus menghadapi tantangan emosional dan stigma dari masa lalunya.
Trauma yang ia rasakan terhadap kopi dan kebiasaannya menawarkan minuman adalah contoh dari bagaimana sebuah pengalaman traumatis bisa terus mempengaruhi kehidupan seseorang bahkan setelah kebebasan fisik tercapai. (Kurnia)
am kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin akibat racun sianida dalam es kopi Vietnam, kini mengalami trauma mendalam terkait minuman, khususnya kopi.
Otto Hasibuan, kuasa hukum Jessica, mengungkapkan bahwa trauma ini membuat kliennya enggan menawarkan minuman atau makanan kepada orang lain.
Saat ditanya tentang perubahan dalam hidupnya setelah bebas bersyarat, Jessica dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak lagi merasa nyaman menawarkan minuman kepada siapapun.
"Saya tanya dia, 'apa yang baru dari hidupmu?', dia menjawab, 'Saya tidak akan pernah lagi menawarkan minuman, terutama kopi, kepada orang lain'," ujar Otto, Senn (16/9/2024).
Trauma ini begitu mendalam sehingga bahkan dalam pertemuan dengan kerabat atau tim hukumnya Jessica tetap tidak ingin menyuguhkan apapun, baik makanan maupun minuman.
Otto menambahkan bahwa Jessica sangat berhati-hati dalam bersosialisasi terkait hal ini.
"Dia mengalami trauma, benar-benar trauma. Dia bilang, 'Saya tidak mau menawarkan apa pun, baik itu makanan, minuman, terutama kopi. Saya tidak mau menawarkan lagi," katanya.
Kehidupan Setelah Bebas
Jessica kini mencoba menikmati momen kebebasannya dengan melakukan aktivitas yang menenangkan, salah satunya bermain golf di kawasan Senayan.
Foto-foto yang beredar memperlihatkan Jessica mengenakan dress krem sederhana tanpa banyak aksesori, menandakan gaya hidup yang lebih santai dan terjaga.
Meskipun bebas, Jessica tetap harus menghadapi tantangan emosional dan stigma dari masa lalunya.
Trauma yang ia rasakan terhadap kopi dan kebiasaannya menawarkan minuman adalah contoh dari bagaimana sebuah pengalaman traumatis bisa terus mempengaruhi kehidupan seseorang bahkan setelah kebebasan fisik tercapai. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









