24 Jam TPA Sukawinatan Dijaga Tim Patroli, Hampir 1 Ton Sampah Masuk di TPA Sukawinatan

AKURAT.CO SUMSEL Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), saat ini dijaga tim patroli selama 1x24 jam.
Pembentukan tim patroli dilakukan pasca TPA Sukawinatan mengalami kebakaran selama empat kali, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Tim terdiri dari 11 regu, dengan komposisi tiap regu yang diisi empat orang untuk mengawasi TPA Sukawinatan selama 1X24 jam.
Kepala UPTD TPA Sukawinatan, Zidan Jauhari mengatakan kondisi TPA Sukawinatan saat ini sudah kondusif dan tidak mengalami kebakaran. Pihaknya membentuk tim ini untuk mengantisiapasi timbulnya kembali titik api.
“Terdiri dari sebelas regu dengan empat orang dalam satu regunya dengan interval waktu dua jam peregunya, serta melibatkan seluruh yang bertugas di UPTD TPA,” jelas Zidan, Rabu (11/10/2023).
"Selama 2 jam roling regu lainnya dan seterusnya," imbuhnya lagi.
Sementara untuk jumlah sampah yang masuk ke TPA Sukawinatan perharinya mencapai 700 hingga 900 ton, dengan kisaran 0,5 sampai dengan 0,7 kilogram perjiwa untuk satu harinya.
Sedangkan untuk sisa lahan kosong, area yang masih bisa dipakai pasca kebakaran sekitar tiga sampai empat hektar saja.
Ditanya tentang perkiraan bertahan sampai kapan dengan sisa lahan tersebut, ia menambahkan.
“Jika ditata dan dipadatkan, tentunya usia TPA masih cukup panjang apalagi ketinggian sampah masih memungkinkan untuk ditambah,” tutup Zidan.
Dari data yang dihimpun, TPA Sukawinatan memiliki luas lahan sekitar 25 hektar serta mengunakan sistem Control Landfill.
Sistem ini memiliki tiga tahapan dalam proses penutupannya yaitu, penutupan tanah harian, penutupan tanah antara dan penutupan tanah akhir yang dilakukan 3 bulan sekali.
TPA Sukawinatan ini memilikii kolam Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) dan kolam pengolahan cairan lindi (leachiet) dengan luas tanah 2 hektar.
Sementara untuk tinja sendiri, dalam seharinya terdapat sekitar dua puluh ribu liter yang dibuang ke TPA Sukawinatan Palembang.
Terdapat lima puluh mata bor pipa gas yang berfungsi untuk mengalirkan air lindi ke mesin PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) dan menghasilkan gas metana yang kemudian diolah menjadi sumber energi pembangkit listrik. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun






