Sumsel

Harga Ayam Rp42 Ribu per Kilogram, Pedagang Pasar Sekip Ujung Keluhkan Daya Beli Warga

Deny Wahyudi | 15 Agustus 2026, 14:53 WIB
Harga Ayam Rp42 Ribu per Kilogram, Pedagang Pasar Sekip Ujung Keluhkan Daya Beli Warga
Penjual Daging Ayam.

AKURAT.CO SUMSEL Harga ayam potong di Pasar Sekip Ujung, Jalan Ampibi, Kelurahan 20 Ilir D II, Kecamatan Kemuning, Palembang, kembali mengalami kenaikan.

Saat ini, harga ayam ukuran besar mencapai Rp42 ribu per kilogram. Sementara ayam ukuran kecil dijual lebih mahal, yakni sekitar Rp45 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut mulai berdampak terhadap aktivitas jual beli di pasar. Pedagang mengaku jumlah pembeli mengalami penurunan seiring meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok.

Seorang pedagang ayam, Ninah, mengatakan kondisi pasar pada Sabtu (15/8/2026) relatif sepi. Meski demikian, masih ada masyarakat yang membeli ayam untuk kebutuhan sehari-hari.

"Hari ini sepi yang beli, tapi beguyur be masih ada yang beli, alhamdulillah," kata Ninah.

Menurutnya, harga ayam sebelumnya berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp39 ribu per kilogram. Kini harganya kembali menembus Rp42 ribu per kilogram.

Baca Juga: Overdo, C-Drama Zhang Ling He dan Wang Chu Ran yang Penuh Cinta dan Balas Dendam

Pedagang lainnya, Tadik, mengatakan harga ayam kecil yang mencapai Rp45 ribu per kilogram umumnya banyak dipesan restoran. Sedangkan ayam ukuran besar lebih banyak dibeli masyarakat untuk konsumsi rumah tangga.

"Kalau ayam besar itu untuk yang biasa yang beli, tapi kalau ayam kecil ini biasa yang pesen restoran karena dagingnya manis," ujarnya.

Tadik menyebut harga ayam belakangan cenderung tidak stabil. Kondisi tersebut, menurutnya, berbeda ketika program Makan Bergizi Gratis (MBG) sedang libur, saat harga ayam dinilai lebih stabil.

Ia menilai meningkatnya kebutuhan ayam untuk program MBG turut memengaruhi harga komoditas tersebut di pasaran.

"Harga ayam yang melonjak jauh dari harga-harga yang lain," katanya.

Kenaikan harga ayam menjadi tantangan bagi pedagang karena terjadi ketika daya beli masyarakat sedang melemah. Harga yang semakin tinggi membuat sebagian konsumen mengurangi pembelian.

Pedagang berharap pemerintah turun tangan menjaga kestabilan harga ayam potong agar kenaikan tidak terus membebani masyarakat sekaligus menggerus pendapatan pedagang.

"Harapannya pemerintah bisa menstabilkan harga ayam potong, karena daya beli masyarakat tengah turun," ujar Tadik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia