Sumsel

Sumsel Terancam Kekeringan hingga September Imbas El Nino Kuat

Septiyanti Dwi Cahyani | 14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Sumsel Terancam Kekeringan hingga September Imbas El Nino Kuat
Ilustrasi kekeringan.

AKURAT. CO SUMSEL - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru mengenai perkembangan El Nino dan dampaknya untuk wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

BMKG menyampaikan bahwa fenomena El Nino dengan status kuat berdampak pada kondisi cuaca di Sumatera Selatan yang semakin kering.

Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga mencapai puncak musim kemarau pada Agustus hingga September 2026.

Baca Juga: RAPBD Sumsel 2027 Turun 6,35 Persen, Herman Deru Pastikan Infrastruktur Tak Dipangkas

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, menjelaskan bahwa saat ini dinamika iklim di wilayah tersebut tidak hanya dipengaruhi El Nino, tetapi juga faktor lain yang memperkuat kondisi kekeringan.

Ia menyebutkan bahwa fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga mulai menguat dan berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan di wilayah Sumatera.

Menurut Wandayantolis, kombinasi antara El Nino dan IOD menjadi faktor utama yang menyebabkan berkurangnya pasokan hujan sejak beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Kualitas Udara Tak Sehat, Sekolah di Palembang Belum Diliburkan

Kondisi ini mulai terasa sejak Juni, berlanjut pada Juli, hingga awal Agustus 2026.

Minimnya hujan membuat tanah menjadi lebih kering dan rentan terhadap berbagai dampak lanjutan.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Sumatera Selatan akan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

Baca Juga: 800 Dapur MBG Sudah Aktif, 10 SPPG di Sumsel Masih Disuspensi

Pada periode ini, kondisi kering diperkirakan mencapai intensitas tertinggi.

Situasi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut atau vegetasi kering.

Selain Sumsel, dampak El Nino kuat juga mengintai sejumlah wilayah Indonesia lainnya.

Baca Juga: Proposal HUT RI Kecamatan IT I Palembang Rp76,2 Juta Disorot, Wali Kota Perintahkan Inspektorat Periksa

Berikut adalah beberapa wilayah utama yang terancam kekeringan:

Pulau Jawa: Meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten yang menjadi sentra pertanian utama.

Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga: Cemburu Buta, Suami di Palembang Diduga Pukul dan Tendang Istri yang Sedang Hamil

Sumatera: Terutama wilayah Sumatera Selatan dan bagian selatan lainnya.

Kalimantan: Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.

Wilayah Lainnya: Sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta bagian barat dan selatan Papua. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.