Sumsel Terancam Kekeringan hingga September Imbas El Nino Kuat

AKURAT. CO SUMSEL - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru mengenai perkembangan El Nino dan dampaknya untuk wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
BMKG menyampaikan bahwa fenomena El Nino dengan status kuat berdampak pada kondisi cuaca di Sumatera Selatan yang semakin kering.
Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga mencapai puncak musim kemarau pada Agustus hingga September 2026.
Baca Juga: RAPBD Sumsel 2027 Turun 6,35 Persen, Herman Deru Pastikan Infrastruktur Tak Dipangkas
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, menjelaskan bahwa saat ini dinamika iklim di wilayah tersebut tidak hanya dipengaruhi El Nino, tetapi juga faktor lain yang memperkuat kondisi kekeringan.
Ia menyebutkan bahwa fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga mulai menguat dan berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan di wilayah Sumatera.
Menurut Wandayantolis, kombinasi antara El Nino dan IOD menjadi faktor utama yang menyebabkan berkurangnya pasokan hujan sejak beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Kualitas Udara Tak Sehat, Sekolah di Palembang Belum Diliburkan
Kondisi ini mulai terasa sejak Juni, berlanjut pada Juli, hingga awal Agustus 2026.
Minimnya hujan membuat tanah menjadi lebih kering dan rentan terhadap berbagai dampak lanjutan.
BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Sumatera Selatan akan terjadi pada Agustus hingga September 2026.
Baca Juga: 800 Dapur MBG Sudah Aktif, 10 SPPG di Sumsel Masih Disuspensi
Pada periode ini, kondisi kering diperkirakan mencapai intensitas tertinggi.
Situasi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut atau vegetasi kering.
Selain Sumsel, dampak El Nino kuat juga mengintai sejumlah wilayah Indonesia lainnya.
Berikut adalah beberapa wilayah utama yang terancam kekeringan:
Pulau Jawa: Meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten yang menjadi sentra pertanian utama.
Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga: Cemburu Buta, Suami di Palembang Diduga Pukul dan Tendang Istri yang Sedang Hamil
Sumatera: Terutama wilayah Sumatera Selatan dan bagian selatan lainnya.
Kalimantan: Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.
Wilayah Lainnya: Sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta bagian barat dan selatan Papua. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







