Sumsel

800 Dapur MBG Sudah Aktif, 10 SPPG di Sumsel Masih Disuspensi

Kurnia | 13 Agustus 2026, 20:00 WIB
800 Dapur MBG Sudah Aktif, 10 SPPG di Sumsel Masih Disuspensi

AKURAT.CO SUMSEL Sebanyak 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan masih menjalani suspensi sementara.

Penghentian operasional dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan dasar dipenuhi sebelum dapur kembali melayani penerima manfaat.

Evaluasi terutama menyangkut kesiapan infrastruktur, pengelolaan limbah, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang, Nurya Hartika Sari, mengatakan 10 SPPG tersebut saat ini masih dalam proses evaluasi bersama koordinator regional dan koordinator wilayah di masing-masing kabupaten/kota.

"Untuk di Sumsel ada 10 yang masih dalam tahapan suspensi sementara. Tetapi tetap kita tinjau melalui koordinator regional dan koordinator wilayah di masing-masing kabupaten/kota," kata Nurya, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, suspensi bukan berarti dapur tersebut dihentikan secara permanen. Pengelola masih diberikan kesempatan melakukan pembenahan agar seluruh standar yang ditetapkan dapat dipenuhi.

Baca Juga: Antar Anak Les, Ibu di Palembang Berujung Cekcok dan Saling Cakar di Jalan

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah sistem pengelolaan limbah. SPPG diwajibkan memiliki IPAL yang memenuhi standar serta infrastruktur yang mendukung proses pengolahan makanan secara aman dan higienis.

"Harus memenuhi persyaratan, seperti IPAL yang sudah sesuai standar. Kemudian secara infrastrukturnya juga harus memenuhi, termasuk pengelolaan limbah," ujarnya.

Selain sarana fisik, pengelola juga wajib menjalankan seluruh tahapan MBG sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Ketentuan tersebut mencakup proses persiapan, pengolahan makanan hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.

Sepuluh SPPG yang masih disuspensi tersebar di tiga wilayah, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Rawas Utara (Muratara), dan Kota Palembang.

Nurya mengatakan KPPG terus mendorong yayasan dan mitra pengelola agar segera menyelesaikan berbagai kekurangan.

"Perbaikannya tentunya sesegera mungkin, dengan komitmen dari yayasan ataupun mitra untuk memperbaiki sesuai dengan komitmen dan aturan yang berlaku," tegasnya.

800 Dapur MBG Sudah Beroperasi

Di tengah evaluasi terhadap 10 dapur tersebut, pelaksanaan program MBG di Sumsel secara umum masih berjalan.

Nurya menyebut layanan MBG saat ini telah menjangkau seluruh 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Sekitar 800 SPPG telah aktif beroperasi dengan jumlah penerima manfaat mencapai 2.036.667 jiwa.

Selain dapur yang telah beroperasi, sejumlah SPPG lainnya masih berada dalam tahap persiapan dan pemenuhan persyaratan perizinan.

"Untuk pemerataannya sudah ada di 17 kabupaten/kota. Penerima manfaatnya ada sekitar 2.036.667 dengan jumlah dapur sekitar 800 SPPG yang operasional di 17 kabupaten/kota Sumatera Selatan," jelas Nurya.

Pemerintah juga masih membuka ruang untuk penambahan dan perluasan SPPG. Langkah tersebut dilakukan agar cakupan layanan MBG dapat menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal.

Dengan evaluasi yang terus berjalan, 10 dapur yang saat ini disuspensi diharapkan dapat segera memenuhi seluruh standar sehingga kembali beroperasi dan memperluas jangkauan program MBG di Sumatera Selatan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia