Udara Palembang Masuk Kategori Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 76,16 Mikrogram

AKURAT.CO SUMSEL Warga Kota Palembang diminta lebih waspada terhadap kualitas udara dalam beberapa hari terakhir.
Pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang menunjukkan udara di sejumlah wilayah masuk kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut terutama dipengaruhi tingginya konsentrasi partikulat halus atau PM2.5.
Kepala DLH Kota Palembang Akhmad Mustain mengatakan peningkatan pencemaran udara mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir berdasarkan pemantauan Stasiun Pemantauan Kualitas Udara Ambien (SPKUA) Palembang Bukit Kecil di Jalan POM IX, kawasan Taman Simpang Lima DPRD Sumatera Selatan.
"Kondisi kualitas udara dalam tiga hari terakhir menunjukkan adanya peningkatan pencemaran, terutama pada parameter PM2.5," kata Akhmad, Selasa (11/8/2026).
Berdasarkan hasil pengukuran pada Senin (10/8) pukul 09.00 WIB, nilai maksimum Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 107. Saat itu, konsentrasi PM2.5 tercatat 63,29 mikrogram per meter kubik.
Kondisi tersebut memburuk pada pemantauan pukul 15.00 WIB. Nilai ISPU naik menjadi 111, sedangkan konsentrasi PM2.5 meningkat hingga 76,16 mikrogram per meter kubik.
Sementara sejumlah parameter lainnya masih berada pada kategori baik. Konsentrasi PM10 tercatat 28,47 mikrogram per meter kubik dengan ISPU 28.
Baca Juga: 251 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel, Terbanyak Ada di OKI dan Muba
Kemudian SO2 berada pada angka 16,16 mikrogram per meter kubik dengan ISPU 15. Parameter CO tercatat 1.014,50 mikrogram per meter kubik dengan ISPU 13.
Untuk ozon atau O3, konsentrasinya mencapai 54,35 mikrogram per meter kubik dengan ISPU 23. Sedangkan NO2 tercatat 45,41 mikrogram per meter kubik dengan ISPU 29.
Kondisi udara tidak sehat masih terpantau pada Selasa (11/8). Sekitar pukul 13.00 WIB, wilayah Bukit Kecil mencatat nilai ISPU 116.
DLH Palembang meminta masyarakat tidak mengabaikan kondisi tersebut. Paparan udara dengan kualitas tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok yang lebih rentan.
Masyarakat yang memiliki asma diimbau mengurangi paparan udara luar dan mengikuti petunjuk kesehatan. Mereka juga diminta memastikan obat yang diperlukan selalu tersedia.
Sementara bagi penderita penyakit jantung, pemeriksaan medis dianjurkan apabila muncul keluhan seperti jantung berdebar, sesak napas atau kelelahan yang tidak biasa.
"Untuk masyarakat umum, DLH mengimbau agar mengurangi aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan," ujar Akhmad.
Di sisi lain, alat digital pengukur ISPU yang berada di kawasan Simpang Lima DPRD Sumsel saat ini masih dalam proses perbaikan.
Perbaikan telah dilakukan pada bagian utama alat pembaca parameter. Namun, layar atau display yang menampilkan hasil pengukuran belum dapat digunakan karena masih menunggu ketersediaan anggaran.
"Perbaikan difokuskan pada alat utama pembaca parameter, untuk layar menunggu anggaran berikutnya," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








