El Nino Menguat, BMKG: Kemarau di Sumsel Diperkirakan Berlangsung hingga Pertengahan Oktober

AKURAT.CO SUMSEL Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.
Peringatan itu menyusul menguatnya fenomena El Nino yang kini berada pada kategori kuat.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengatakan puncak musim kemarau di wilayah Sumsel diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.
Sementara itu, musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung sampai pertengahan Oktober.
Meski El Nino berpotensi meningkat ke kategori sangat kuat, BMKG memperkirakan dampak kemarau tahun ini tidak akan separah peristiwa El Nino ekstrem yang terjadi pada 1997 maupun 2015.
"El Nino saat ini berada pada level kuat dan masih berpotensi meningkat. Namun, berdasarkan hasil analisis BMKG, musim kemarau tahun ini diprakirakan tidak sekering kondisi pada 1997 maupun 2015," kata Wandayantolis.
Ia menjelaskan, peluang hujan masih ada selama musim kemarau. Namun, intensitasnya diperkirakan rendah sehingga belum mampu mengurangi risiko munculnya titik panas secara signifikan.
Baca Juga: Karhutla Kembali Merebak di Sumsel, Manggala Agni Berjibaku Padamkan Api di Enam Titik
BMKG juga mencatat sejumlah wilayah di Sumsel telah mengalami hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 40 hari.
Meski begitu, sebagian besar daerah saat ini berada pada kisaran enam hingga sepuluh hari tanpa hujan setelah hujan yang turun pada akhir Juli memutus rangkaian HTH di banyak wilayah.
Hujan tersebut merupakan dampak dari pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan pada 19–30 Juli 2026.
Di sisi lain, BMKG mencatat akumulasi curah hujan selama Juli 2026 di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan masih berada di bawah kondisi normal. Artinya, jumlah hujan yang turun lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis untuk periode yang sama.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi karhutla, terutama saat memasuki puncak musim kemarau pada Agustus dan September.
BMKG juga mengingatkan seluruh pihak untuk menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, mengingat cuaca kering diperkirakan masih akan mendominasi hingga beberapa bulan ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









