Sumsel

Trump Sebut LeBron James "Rasis", Pilih Michael Jordan sebagai Pebasket Terbaik NBA

Kurnia | 25 Juli 2026, 20:00 WIB
Trump Sebut LeBron James "Rasis", Pilih Michael Jordan sebagai Pebasket Terbaik NBA
LeBron James

AKURAT.CO SUMSEL Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah melontarkan komentar kontroversial mengenai megabintang NBA LeBron James.

Dalam sebuah sesi wawancara di Gedung Putih, Trump menyebut James sebagai sosok yang "mungkin rasis" ketika diminta membandingkan pemain tersebut dengan legenda NBA Michael Jordan.

Pernyataan itu muncul saat Trump menjawab pertanyaan wartawan mengenai siapa yang menurutnya layak menyandang predikat pebasket terbaik sepanjang masa, terlebih setelah LeBron James resmi melanjutkan karier bersama Philadelphia 76ers untuk musim NBA 2026–2027.

Tanpa ragu, Trump memilih Michael Jordan. Ia mengungkapkan memiliki hubungan pertemanan dengan mantan bintang Chicago Bulls tersebut dan pernah beberapa kali bermain golf bersama.

"Michael Jordan adalah teman saya. Saya pernah bermain golf dengannya," ujar Trump di Gedung Putih, Sabtu (24/7/2026).

Baca Juga: 350 Relawan Bersihkan Bantaran Sungai Musi, Gerakan Berawal dari Video Viral Kampung Kapitan

Trump kemudian menyinggung LeBron James yang selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh olahraga yang kerap mengkritik dirinya.

"Saya pikir LeBron mungkin seorang rasis. Mungkin dia memang tidak menyukai saya. Saya tidak tahu. Saya hanya menyukai orang yang menyukai saya, jadi pilihan saya adalah Michael Jordan," katanya.

Pernyataan tersebut kembali memperlihatkan hubungan yang memang sudah lama tidak harmonis antara Trump dan LeBron James.

Selama beberapa tahun terakhir, James secara terbuka beberapa kali menyuarakan kritik terhadap kebijakan maupun kepemimpinan Trump.

Pebasket berusia 41 tahun itu juga diketahui selalu memberikan dukungan kepada kandidat lawan Trump dalam beberapa pemilihan presiden Amerika Serikat.

Perseteruan keduanya semakin mencuat ketika Trump membatalkan tradisi penyambutan juara NBA di Gedung Putih setelah Golden State Warriors menjuarai kompetisi musim 2016–2017.

Keputusan itu diambil di tengah munculnya sinyal penolakan dari sejumlah pemain Warriors, termasuk Stephen Curry, untuk menghadiri acara tersebut.

Di luar rivalitas politik, perdebatan mengenai siapa pebasket terbaik sepanjang masa memang masih menjadi topik yang tak pernah selesai di kalangan penggemar NBA.

Michael Jordan mengukir karier gemilang bersama Chicago Bulls dengan meraih enam gelar juara NBA serta lima penghargaan Most Valuable Player (MVP).

Sementara LeBron James mengoleksi empat cincin juara bersama Miami Heat, Cleveland Cavaliers, dan Los Angeles Lakers.

Meski memiliki koleksi gelar lebih sedikit dibanding Jordan, LeBron memegang sejumlah rekor individu bergengsi.

Hingga berakhirnya musim 2025–2026, ia tercatat sebagai pencetak poin terbanyak sepanjang sejarah NBA dengan total 43.440 poin dari 1.622 pertandingan selama 22 musim kompetisi.

Komentar terbaru Trump diperkirakan kembali memicu perdebatan publik di Amerika Serikat, mengingat hubungan keduanya selama ini kerap diwarnai perbedaan pandangan, baik dalam isu politik maupun sosial.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia