El Nino Menguat, Sumsel Masuk Fase Rawan Karhutla dan Kekeringan

AKURAT.CO SUMSEL Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diminta meningkatkan kewaspadaan seiring menguatnya fenomena El Niño yang berpotensi memicu musim kemarau lebih kering tahun ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air di sejumlah wilayah.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengatakan penguatan El Nino terlihat dari anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang telah melampaui ambang batas.
Hingga awal Juli 2026, kenaikan suhu bahkan mendekati 2 derajat Celsius di atas normal.
Baca Juga: Laporan PWI terhadap H Resmi Diterima Polda Metro Jaya, Polisi Lakukan Pendalaman
“Ini menjadi indikator kuat bahwa El Niño sudah aktif dan berpotensi menekan curah hujan di wilayah Indonesia, termasuk Sumsel,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Menurut dia, dampak paling nyata dari fenomena ini adalah berkurangnya pembentukan awan hujan.
Kondisi tersebut membuat intensitas hujan menurun, sehingga memperbesar peluang terjadinya kekeringan, terutama di wilayah yang selama ini rentan.
Tak hanya itu, efek lanjutan dari minimnya hujan juga berdampak pada sektor vital. Ketersediaan air baku diperkirakan menurun, kelembapan tanah berkurang, hingga produktivitas pertanian berisiko terganggu.
“Situasi ini juga meningkatkan potensi karhutla karena lahan menjadi lebih kering dan mudah terbakar,” jelasnya.
BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor.
Pemerintah daerah diminta memperkuat langkah mitigasi, termasuk pemantauan wilayah rawan karhutla dan pengelolaan sumber daya air secara lebih efisien.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta lebih bijak dalam menggunakan air selama musim kemarau berlangsung.
“Pemanfaatan informasi iklim harus menjadi dasar dalam perencanaan kegiatan, baik oleh pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat,” kata Wandayantolis.
Dengan potensi musim kemarau yang lebih kering dari biasanya, Sumsel kini memasuki fase krusial.
Upaya pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci untuk menekan dampak yang lebih luas, terutama kebakaran lahan yang kerap berulang setiap tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









