Sumsel

Pusri Gelar Festival Kuliner Rumah BUMN Sumsel 2026, Buka Peluang UMKM Naik Kelas

Kurnia | 1 Juli 2026, 17:11 WIB
Pusri Gelar Festival Kuliner Rumah BUMN Sumsel 2026, Buka Peluang UMKM Naik Kelas
Pusri Gelar Festival Kuliner Rumah BUMN Sumsel 2026, Buka Peluang UMKM Naik Kelas

AKURAT.CO SUMSEL PT Pusri Palembang, anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Festival Kuliner Rumah BUMN Sumsel 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kapasitas usaha agar lebih kompetitif.

Festival yang resmi dibuka di Teras Rumah BUMN Sumsel pada 24 Juni 2026 tersebut dirangkaikan dengan Gathering Anggota Rumah BUMN Sumsel.

Acara dibuka oleh Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pusri, Rahmawati, serta dihadiri unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Ilir Timur II dan para pemangku kepentingan.

Sebanyak 20 tenant UMKM binaan Pusri dan Rumah BUMN Sumsel turut ambil bagian dengan menawarkan beragam kuliner khas daerah. Festival berlangsung hingga 8 Juli 2026 setiap pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

Baca Juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pusri Kumpulkan 1 Ton Seragam Bekas untuk Didaur Ulang

Tak sekadar menjadi ajang promosi produk, festival ini juga diisi berbagai kegiatan pengembangan kapasitas pelaku usaha, seperti workshop, talkshow bisnis, kompetisi kreatif, hingga demonstrasi memasak (cooking demo).

VP TJSL Pusri, Rahmawati, mengatakan pemberdayaan UMKM menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

"UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Karena itu, pengembangannya tidak cukup hanya melalui bantuan permodalan atau promosi, tetapi juga harus didukung peningkatan kapasitas, penguatan legalitas usaha, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Pusri juga membantu pelaku UMKM mengurus berbagai aspek legalitas usaha, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sertifikasi halal, Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), hingga pendampingan dalam pengembangan kemasan dan branding produk.

Menurut Rahmawati, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk sehingga lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Selain itu, Festival Kuliner Rumah BUMN Sumsel 2026 juga mengusung konsep ramah lingkungan melalui kampanye eco-friendly product. Para pelaku UMKM didorong mulai menerapkan praktik usaha yang lebih berkelanjutan, seperti penggunaan kemasan yang ramah lingkungan dan pengelolaan produk yang memperhatikan aspek keberlanjutan.

Rahmawati menambahkan, kolaborasi antara BUMN, pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem UMKM yang sehat dan berdaya saing.

"Kami berharap festival ini bukan hanya memberikan dampak ekonomi selama penyelenggaraan, tetapi juga menjadi momentum bagi UMKM untuk memperluas jejaring bisnis, meningkatkan kualitas produk, dan semakin percaya diri memasuki pasar yang lebih kompetitif," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia