Sumsel

Terancam Kehilangan Lapak, Pedagang Pojok Kamboja Palembang Berharap Solusi dari Pemkot

Kurnia | 22 Juni 2026, 16:30 WIB
Terancam Kehilangan Lapak, Pedagang Pojok Kamboja Palembang Berharap Solusi dari Pemkot
Terancam Kehilangan Lapak, Pedagang Pojok Kamboja Palembang Berharap Solusi dari Pemkot

AKURAT.CO SUMSEL Suasana berbeda terlihat di kawasan UMKM Jalan Mayor Santoso atau yang dikenal masyarakat sebagai Pojok Kamboja, Senin (22/6/2026).

Sejumlah pedagang mulai membereskan barang dagangan dan mengangkut perlengkapan usaha mereka setelah menerima surat peringatan untuk mengosongkan lokasi.

Penataan kawasan yang akan dilakukan Pemerintah Kota Palembang membuat puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan tersebut dilanda kebingungan.

Mereka mengaku belum mengetahui ke mana harus melanjutkan usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga.

Pantauan di lokasi, beberapa lapak tampak mulai ditutup. Kursi dan meja yang biasanya dipenuhi pembeli kini tersusun rapi menunggu diangkut.

Sementara itu, sejumlah aparat kepolisian terlihat berjaga di sekitar kawasan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi protes dari para pedagang.

Baca Juga: Remaja 13 Tahun Diduga Dikeroyok Teman Sebaya di Sukarami, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum

Salah seorang pedagang, Rosikin, mengaku telah berjualan di kawasan tersebut selama sekitar 15 tahun. Selama itu pula, lapaknya menjadi sumber utama penghasilan keluarga.

"Sudah belasan tahun kami mencari nafkah di sini. Banyak mahasiswa datang dan lulus, tetapi kami tetap bertahan berjualan di tempat ini," katanya.

Menurut Rosikin, para pedagang beberapa hari lalu menerima surat dari instansi terkait yang meminta mereka mengosongkan lokasi karena akan dilakukan penataan kawasan kota.

Ia mengaku memahami tujuan pemerintah untuk mempercantik wajah kota. Namun di sisi lain, dirinya dan pedagang lain merasa cemas karena belum mengetahui solusi yang akan diberikan setelah mereka meninggalkan lokasi tersebut.

"Kami mendukung penataan kota, tetapi kami juga bingung harus berjualan di mana. Tempat ini menjadi sumber penghasilan keluarga kami setiap hari," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Nina, pedagang lainnya yang kini mulai mempersiapkan pemindahan lapaknya. Ia berharap Pemerintah Kota Palembang dapat menyediakan lokasi alternatif agar para pedagang tetap bisa menjalankan usaha.

"Kami tidak menolak program pemerintah. Kami hanya berharap ada solusi dan tempat baru untuk berdagang sehingga mata pencaharian kami tidak hilang," katanya.

Menurut Nina, banyak keluarga yang menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan di kawasan tersebut. Karena itu, ia berharap aspirasi para pedagang dapat didengar sebelum proses penataan dilakukan.

Tak hanya pedagang, keberadaan Pojok Kamboja juga dinilai memiliki nilai sosial bagi masyarakat sekitar dan mahasiswa. Salah satunya diungkapkan Rangga, mahasiswa Universitas Tridinanti yang kerap menghabiskan waktu di kawasan tersebut.

Ia menilai keberadaan UMKM membuat kawasan yang sebelumnya relatif sepi menjadi lebih hidup dan ramai hingga malam hari.

"Tempat ini bukan sekadar lokasi makan dan minum. Banyak mahasiswa berkumpul, berdiskusi, dan menghabiskan waktu bersama teman-teman di sini. Kalau memang harus ditata, kami berharap para pedagang tetap diberikan tempat di sekitar kawasan ini," ujarnya.

Hingga kini para pedagang masih menunggu kepastian terkait langkah lanjutan dari pemerintah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia