Sumsel

Libur MBG, Harga Ayam dan Telur di Pasar 26 Ilir Mulai Turun

Deny Wahyudi | 20 Juni 2026, 14:45 WIB
Libur MBG, Harga Ayam dan Telur di Pasar 26 Ilir Mulai Turun
Pedagang di Pasar26 Ilir Palembang.

AKURAT.CO SUMSEL Penghentian sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah membawa dampak yang tak terduga bagi pasar tradisional.

Di Pasar 26 Ilir Palembang, harga sejumlah bahan pokok seperti ayam dan telur mulai mengalami penurunan setelah permintaan dari dapur MBG berkurang.

Kondisi ini disambut positif oleh para pembeli, terutama ibu rumah tangga yang selama beberapa bulan terakhir harus menghadapi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.

Pasar 26 Ilir yang menjadi salah satu pusat perdagangan bahan pangan di Kota Palembang diketahui selama ini menjadi pemasok bagi sejumlah dapur MBG.

Permintaan dalam jumlah besar membuat stok beberapa komoditas di pasar sempat berkurang dan berdampak pada kenaikan harga.

Kini, setelah aktivitas dapur MBG dihentikan sementara selama libur sekolah, pasokan kembali melimpah dan harga mulai bergerak turun.

Pedagang ayam di Pasar 26 Ilir, Santoso, mengatakan harga ayam saat ini berada di kisaran Rp29 ribu per kilogram, lebih rendah dibanding sebelumnya yang mencapai Rp30 ribu per kilogram.

Menurutnya, berkurangnya permintaan dari dapur MBG membuat stok ayam di pasar lebih banyak sehingga harga menjadi lebih stabil.

"Biasanya ada pembelian dalam jumlah besar dari dapur MBG. Sekarang beberapa dapur libur, jadi stok ayam lebih banyak dan harga sedikit turun," ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Baca Juga: Ojol Viral Panjat Truk Dishub Usai Motor Diangkut saat Penertiban Parkir Liar

Penurunan harga juga terjadi pada komoditas telur ayam. Pedagang telur, Tini, mengungkapkan harga telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp27 ribu hingga Rp28 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp25 ribu hingga Rp26 ribu per kilogram.

Ia menilai melimpahnya stok dari peternak serta berkurangnya permintaan dari dapur MBG menjadi faktor utama turunnya harga di tingkat pedagang.

"Stok dari peternak cukup banyak. Karena permintaan berkurang, kami bisa menjual dengan harga yang lebih rendah dibanding sebelumnya," katanya.

Di sisi lain, turunnya harga kebutuhan pokok membawa angin segar bagi para ibu rumah tangga. Salah satunya Sherli, warga Palembang, yang mengaku bersyukur karena harga ayam dan telur mulai lebih terjangkau.

Menurutnya, pembelian bahan pangan dalam jumlah besar oleh dapur MBG memang berpotensi memengaruhi ketersediaan stok di pasar dan berdampak pada harga yang harus dibayar masyarakat.

"Sekarang harga mulai turun dan itu cukup membantu kami sebagai ibu rumah tangga. Semoga ke depan kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian," ujarnya.

Sherli berharap masa penghentian sementara MBG dapat menjadi momentum evaluasi agar pelaksanaan program tetap berjalan baik tanpa menimbulkan gejolak harga di pasaran.

Ia menilai Program MBG merupakan program penting yang memberikan manfaat bagi anak-anak sekolah. Namun, stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat juga perlu menjadi perhatian agar manfaat program dapat dirasakan secara seimbang.

"Program ini bagus untuk anak-anak dan tentu harus terus berjalan. Tetapi harga kebutuhan pokok masyarakat juga harus tetap dijaga supaya semua bisa merasakan manfaatnya," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia