Sekitar 11 Persen Jalan Nasional Masih Rusak, Ruas Palembang-Betung Jadi Prioritas

AKURAT.CO SUMSEL Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan mencatat sekitar 11 persen dari total ruas jalan nasional di wilayah Sumsel masih berada dalam kondisi rusak dan memerlukan penanganan.
Kepala BBPJN Sumsel, Panji Krisna Wardana, mengatakan kerusakan paling dominan saat ini berada di ruas Palembang-Betung yang merupakan salah satu jalur strategis dengan tingkat lalu lintas kendaraan cukup tinggi.
Menurutnya, panjang jalan yang mengalami kerusakan di ruas tersebut mencapai sekitar 8 kilometer dan sebagian besar berada di titik-titik yang rawan kemacetan.
"Kerusakan yang cukup dominan berada di ruas Palembang-Betung. Total panjang yang mengalami kerusakan sekitar 8 kilometer, terutama di kawasan tanjakan dan titik yang sering terjadi kemacetan seperti Km 13 hingga Km 18," ujar Panji, Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: Kepergok Masuk Rumah Warga, Wanita di Palembang Diamankan Polisi
Ia menjelaskan, tingginya volume kendaraan, terutama angkutan barang bertonase besar, menjadi salah satu faktor yang mempercepat penurunan kondisi jalan di kawasan tersebut.
Meski demikian, upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap melalui program pemeliharaan rutin untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Panji mengungkapkan, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam penanganan jalan nasional. Saat ini, alokasi dana pemeliharaan rata-rata sekitar Rp3 miliar untuk setiap ruas jalan sepanjang 100 kilometer.
Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai pekerjaan pemeliharaan, mulai dari penambalan lubang, perbaikan permukaan jalan yang bergelombang, hingga perawatan rutin lainnya.
"Dengan anggaran yang tersedia, penanganan saat ini lebih difokuskan pada pemeliharaan rutin seperti penambalan lubang dan perbaikan titik-titik yang mengalami kerusakan agar tidak semakin parah," katanya.
Untuk penanganan jangka panjang, BBPJN Sumsel menargetkan perbaikan permanen pada ruas Palembang-Betung dapat direalisasikan pada tahun 2027.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








