Mobil Mewah Ikut Antre Bio Solar, Sopir Angkutan Barang di Palembang Protes

AKURAT.CO SUMSEL Kenaikan harga BBM non subsidi mulai berdampak pada antrean pengisian Bio Solar di sejumlah SPBU di Palembang. Salah satunya terlihat di SPBU Jalan R.E. Martadinata, di mana antrean kendaraan mengular hingga berjam-jam.
Kondisi ini dikeluhkan para sopir pikap dan truk pengangkut barang yang kini harus bersaing dengan kendaraan pribadi untuk mendapatkan solar subsidi.
Salah seorang sopir pikap, Arif, mengaku waktu kerjanya banyak terbuang karena harus mengantre solar hingga dua sampai tiga jam setiap hari.
“Biasanya saya bisa sampai 12 kali antar barang. Sekarang sejak ada pembatasan jam dan antreannya panjang, paling cuma 7 sampai 8 kali,” ujar Arif saat ditemui di lokasi antrean, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, antrean semakin panjang setelah banyak mobil pribadi seperti Toyota Fortuner hingga Mitsubishi Pajero ikut mengisi Bio Solar.
Akibatnya, sopir angkutan barang yang mengandalkan solar subsidi merasa semakin kesulitan mendapatkan BBM.
“Kalau kami pakai Dexlite, penghasilan habis buat beli BBM. Karena kerjaan kami memang diminta pakai Bio Solar,” katanya.
Arif berharap pemerintah dapat mengevaluasi aturan pengisian solar subsidi, terutama terhadap kendaraan pribadi yang dinilai tidak tepat sasaran.
“Kalau mobil-mobil mewah masih ikut antre solar, kami makin susah. Sudah muak ikut antre lama setiap hari,” keluhnya.
Baca Juga: Dua Pemuda Bobol Rumah Mahasiswi di Palembang, Satu Ditangkap Satu Buron
Sementara itu, Pengawas SPBU R.E. Martadinata, Ade, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima informasi resmi terkait penyesuaian aturan maupun kebijakan baru dari Pertamina.
“Dari Pertamina belum ada pemberitahuan apa pun soal penyesuaian,” ujar Ade.
Meski antrean panjang terus terjadi, ia memastikan stok Bio Solar dan Pertalite di SPBU tersebut masih dalam kondisi aman dan tetap disuplai setiap hari.
Namun, Ade mengakui tingginya konsumsi BBM subsidi membuat stok cepat habis, terutama karena banyak kendaraan roda empat dan truk membeli solar dalam jumlah besar.
“Kadang sehari bisa habis, besoknya baru diisi lagi,” katanya.
Ade menambahkan, terkait kuota BBM subsidi di setiap SPBU merupakan kebijakan internal Pertamina dan tidak dapat dipublikasikan secara rinci.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 8Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








