Sumsel

Mobil Mewah Ikut Antre Bio Solar, Sopir Angkutan Barang di Palembang Protes

Kurnia | 20 Mei 2026, 18:15 WIB
Mobil Mewah Ikut Antre Bio Solar, Sopir Angkutan Barang di Palembang Protes
Antrean Solar di SPBU Palembang Makin Panjang.

AKURAT.CO SUMSEL Kenaikan harga BBM non subsidi mulai berdampak pada antrean pengisian Bio Solar di sejumlah SPBU di Palembang. Salah satunya terlihat di SPBU Jalan R.E. Martadinata, di mana antrean kendaraan mengular hingga berjam-jam.

Kondisi ini dikeluhkan para sopir pikap dan truk pengangkut barang yang kini harus bersaing dengan kendaraan pribadi untuk mendapatkan solar subsidi.

Salah seorang sopir pikap, Arif, mengaku waktu kerjanya banyak terbuang karena harus mengantre solar hingga dua sampai tiga jam setiap hari.

“Biasanya saya bisa sampai 12 kali antar barang. Sekarang sejak ada pembatasan jam dan antreannya panjang, paling cuma 7 sampai 8 kali,” ujar Arif saat ditemui di lokasi antrean, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, antrean semakin panjang setelah banyak mobil pribadi seperti Toyota Fortuner hingga Mitsubishi Pajero ikut mengisi Bio Solar.

Akibatnya, sopir angkutan barang yang mengandalkan solar subsidi merasa semakin kesulitan mendapatkan BBM.

“Kalau kami pakai Dexlite, penghasilan habis buat beli BBM. Karena kerjaan kami memang diminta pakai Bio Solar,” katanya.

Arif berharap pemerintah dapat mengevaluasi aturan pengisian solar subsidi, terutama terhadap kendaraan pribadi yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Kalau mobil-mobil mewah masih ikut antre solar, kami makin susah. Sudah muak ikut antre lama setiap hari,” keluhnya.

Baca Juga: Dua Pemuda Bobol Rumah Mahasiswi di Palembang, Satu Ditangkap Satu Buron

Sementara itu, Pengawas SPBU R.E. Martadinata, Ade, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima informasi resmi terkait penyesuaian aturan maupun kebijakan baru dari Pertamina.

“Dari Pertamina belum ada pemberitahuan apa pun soal penyesuaian,” ujar Ade.

Meski antrean panjang terus terjadi, ia memastikan stok Bio Solar dan Pertalite di SPBU tersebut masih dalam kondisi aman dan tetap disuplai setiap hari.

Namun, Ade mengakui tingginya konsumsi BBM subsidi membuat stok cepat habis, terutama karena banyak kendaraan roda empat dan truk membeli solar dalam jumlah besar.

“Kadang sehari bisa habis, besoknya baru diisi lagi,” katanya.

Ade menambahkan, terkait kuota BBM subsidi di setiap SPBU merupakan kebijakan internal Pertamina dan tidak dapat dipublikasikan secara rinci.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia