Wali Kota Palembang Ratu Dewa Dianugerahi Gelar Kehormatan Minangkabau

AKURAT.CO SUMSEL Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menerima gelar kehormatan adat Minangkabau “Sutan Malin Batuah” dalam sebuah prosesi budaya yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jumat (2/5/2026) malam.
Penganugerahan gelar tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengukuhan pengurus Solok Saiyo Sakato (S3) periode 2026–2031.
Selain prosesi pengukuhan, acara juga diisi dengan penyerahan sertifikat gelar adat sebagai bentuk penghormatan kepada kepala daerah yang dinilai memiliki kontribusi dan kedekatan dengan nilai-nilai budaya Minangkabau.
Gelar “Sutan Malin Batuah” sendiri memiliki makna filosofis yang dalam. Dalam tradisi Minangkabau, gelar tersebut mencerminkan sosok pemimpin yang dihormati, berilmu, serta mampu membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat luas.
Pemberian gelar ini sekaligus menjadi simbol harapan agar penerimanya dapat menjaga nilai adat, menjadi teladan, dan berperan aktif dalam kehidupan sosial.
Baca Juga: Terekam CCTV, Maling Motor Beraksi Kilat di Depan Masjid Kertapati
Dalam prosesi yang berlangsung khidmat, Ratu Dewa tampak mengenakan busana adat Minangkabau sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan.
Menurutnya, gelar adat tersebut bukan sekadar simbol, melainkan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Ini bukan hanya penghargaan, tetapi juga tanggung jawab moral untuk terus menjaga nilai-nilai adat, memperkuat kebersamaan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap organisasi Solok Saiyo Sakato dapat terus berperan dalam mempererat persatuan masyarakat, khususnya di kalangan perantau Minangkabau di Palembang, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Ratu Dewa menambahkan, nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam adat Minangkabau seperti musyawarah, kebijaksanaan, dan kepedulian sosial sejalan dengan visi pembangunan Kota Palembang yang mengedepankan harmoni dan gotong royong.
“Nilai adat menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan saling mendukung,” tambahnya.
Penganugerahan gelar ini menjadi salah satu bentuk penguatan hubungan budaya antardaerah, sekaligus menegaskan peran penting kearifan lokal dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kota Palembang. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 4Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 8Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









