Sumsel

23 Ribu Sumur Rakyat di Sumsel Dibidik Dongkrak Produksi Nasional, Gubernur Dorong Perizinan dan Satgas Khusus

Kurnia | 24 April 2026, 19:00 WIB
23 Ribu Sumur Rakyat di Sumsel Dibidik Dongkrak Produksi Nasional, Gubernur Dorong Perizinan dan Satgas Khusus

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumsel, Herman Deru, mendorong optimalisasi sekitar 23 ribu sumur rakyat agar dapat berkontribusi signifikan terhadap kebutuhan minyak dalam negeri.

Menurutnya, jika setiap sumur mampu memproduksi rata-rata dua barel per hari, maka Sumsel berpeluang menyumbang tambahan produksi yang cukup besar untuk menutup defisit nasional.

“Sumatera Selatan punya potensi besar. Ini harus dimanfaatkan secara maksimal agar bisa mendukung produksi nasional,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ia mengungkapkan, kebutuhan minyak nasional saat ini mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi baru berada di kisaran 600 ribu barel.

Artinya, masih terdapat selisih sekitar 1 juta barel yang perlu dikejar melalui berbagai upaya, termasuk optimalisasi sumur rakyat dan sumur tua.

Baca Juga: Digerebek Malam Hari, Pengedar Sabu di Muratara Simpan 41 Paket Siap Edar

Namun, Deru mengakui masih ada sejumlah kendala, terutama pada aspek perizinan yang memperlambat operasional sumur-sumur tersebut. Karena itu, pemerintah daerah akan mendorong percepatan administrasi agar produksi bisa segera ditingkatkan.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya pembentukan satuan tugas (satgas) untuk memastikan implementasi regulasi berjalan efektif di lapangan.

“Kita tidak bisa biarkan berjalan tanpa arah. Harus ada satgas yang mengawal, supaya produktivitas meningkat dan masalah di lapangan cepat diselesaikan,” tegasnya.

Pembentukan satgas juga dinilai penting untuk menekan praktik pengeboran ilegal yang selama ini masih terjadi. Aktivitas tersebut tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berisiko tinggi terhadap keselamatan pekerja.

Selain aspek produksi dan penegakan aturan, Deru turut menyoroti dampak lingkungan dari aktivitas pengeboran.

Ia menegaskan pentingnya pengawasan dan pembinaan agar kegiatan eksplorasi tetap memenuhi standar keselamatan dan tidak merusak lingkungan.

Dalam hal ini, peran perusahaan migas seperti Pertamina dan Medco Energi diharapkan dapat membantu pembinaan teknis serta pengawasan di lapangan.

“Lingkungan harus dijaga. Jangan sampai peningkatan produksi justru menimbulkan kerusakan baru,” katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia