WFH ASN Sumsel Tekan Kemacetan, Ribuan Kendaraan Dinas Tak Beroperasi

AKURAT.CO SUMSEL Kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan dampak signifikan, tidak hanya pada efisiensi energi tetapi juga terhadap kelancaran lalu lintas.
Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Candra, mengungkapkan sebanyak 7.988 aparatur sipil negara (ASN) menjalankan WFH pada Jumat (10/4/2026). Kebijakan tersebut berdampak langsung pada berkurangnya kendaraan dinas yang beroperasi.
“Jumlah kendaraan dinas yang tidak digunakan mencapai 4.645 unit, terdiri dari 2.879 sepeda motor dan 1.766 mobil,” ujar Edward, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, penurunan mobilitas ASN berkontribusi terhadap lebih lancarnya arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk yang biasanya dipadati kendaraan.
Baca Juga: WFH Diterapkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Pastikan Layanan Publik Tetap Jalan Normal
Ia menyebut, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di kawasan perkantoran, tetapi juga di sejumlah titik yang selama ini dikenal rawan kemacetan.
“Pada jam berangkat dan pulang kerja yang biasanya padat, kemarin relatif lancar. Ini dirasakan di berbagai ruas jalan,” katanya.
Selain berdampak pada lalu lintas, kebijakan WFH juga ditujukan untuk mendorong efisiensi penggunaan energi di lingkungan perkantoran, seperti penghematan bahan bakar minyak (BBM), listrik, dan air.
Edward menilai manfaat kebijakan ini tidak hanya dirasakan oleh pengguna jalan, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar jalur utama, khususnya di Palembang.
“Dampaknya cukup terasa, terutama karena ASN yang menjalankan WFH berasal dari lingkungan pemprov maupun pemkot,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, lanjutnya, akan melakukan evaluasi berkala terhadap kebijakan tersebut. Pengukuran efektivitas akan dilihat dari perbandingan penggunaan energi setiap bulan.
“WFH dilakukan empat kali dalam sebulan. Nantinya akan terlihat apakah ada efisiensi dari sisi penggunaan energi dibandingkan periode sebelumnya,” kata Edward.
Ia menegaskan, evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan keberlanjutan kebijakan WFH ke depan, sekaligus memastikan tujuan utama efisiensi tetap tercapai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 8Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








