Sumsel

Sejumlah Daerah di Sumsel Ajukan Status Siaga Karhutla Lebih Awal, Antisipasi Kemarau 2026

Kurnia | 11 April 2026, 20:00 WIB
Sejumlah Daerah di Sumsel Ajukan Status Siaga Karhutla Lebih Awal, Antisipasi Kemarau 2026
ilustrasipemadaman api karhutla. (ist)

AKURAT.CO SUMSEL Sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan (Sumsel) mulai mengajukan penetapan status siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), meski musim kemarau belum resmi dimulai.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi menghadapi potensi kebakaran pada musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menyebut hingga saat ini belum ada daerah yang secara resmi menetapkan status siaga melalui Surat Keputusan (SK). Namun, beberapa wilayah sudah mengajukan permohonan penetapan.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan daerah yang telah mengajukan di antaranya Ogan Ilir, Muara Enim, dan Ogan Komering Ilir (OKI).

“Untuk saat ini belum ada yang menetapkan SK Karhutla. Namun beberapa daerah sudah mengajukan,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, pengajuan lebih awal ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi mulai akhir Mei hingga awal Juni 2026, dengan puncak kekeringan terjadi pada Juli hingga Agustus.

BPBD Sumsel telah menyiapkan sejumlah langkah pencegahan, terutama di wilayah rawan seperti lahan gambut yang mudah terbakar saat kondisi kering.

Baca Juga: Misteri Mayat di Sungai Musi Terungkap, Korban Mahasiswa Asal Talang Kelapa

Upaya tersebut meliputi sosialisasi larangan pembukaan lahan dengan cara membakar, patroli di titik rawan, hingga pemasangan papan peringatan bahaya kebakaran.

Selain itu, kesiapan personel, peralatan pemadam, serta sumber air terus diperkuat.

BPBD juga meningkatkan koordinasi lintas instansi bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan pemerintah daerah dalam upaya penanganan Karhutla.

Wilayah yang masuk kategori rawan Karhutla di Sumsel meliputi Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin, Muara Enim, Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Komering Ulu Timur, dan Ogan Komering Ulu.

Sudirman menegaskan, penanganan Karhutla dilakukan dalam tiga tahap, yakni prabencana melalui pencegahan, saat kejadian melalui pemadaman darat maupun udara, serta pascabencana berupa pendinginan dan evaluasi.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan kebakaran.

“Peran masyarakat sangat penting, terutama tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika ada tanda-tanda kebakaran,” katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia