Sumsel

4 Daerah Sumsel Berstatus KLB Campak, Dinkes Lakukan Program Imunisasi Ulang

Septiyanti Dwi Cahyani | 3 April 2026, 19:30 WIB
4 Daerah Sumsel Berstatus KLB Campak, Dinkes Lakukan Program Imunisasi Ulang
Ilustrasi imunisasi.

AKURAT.CO SUMSEL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan program imunisasi ulang atau Outbreak Response Immunization (ORI) sebagai upaya untuk menekan penularan penyakit campak yang belakangan ini kasusnya semakin meningkat.

Program ini sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dilaksanakan secara bertahap sejak 10 Maret 2026.

Adapun target program ini menyasar seluruh balita tanpa melihat status imunisasi sebelumnya.

Baca Juga: Perbaikan Jalan Tanjung Api-Api Picu Macet Parah, Pengendara Keluhkan Waktu Tempuh Hingga 2 Jam

Pelaksanaan ORI di Provinsi Sumatera Selatan difokuskan di empat daerah, yakni Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Rawas Utara.

Sementara kabupaten dan kota lainnya didorong untuk mengoptimalkan pelayanan imunisasi bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap.

Selain imunisasi ulang, Dinkes juga mengimbau kepada masyarakat di 17 kabupaten dan kota dalam provinsi setempat agar segera melengkapi vaksinasi anak mereka.

Baca Juga: Dianiaya Mantan Kekasih di Palembang, Mahasiswi Alami Luka Memar dan Trauma

Melalui upaya tersebut diharapkan dapat ditekan angka kasus campak di wilayah Sumsel yang dalam setahun terakhir tercatat cukup banyak.

4 Wilayah Sumsel Berstatus KLB Campak

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menetapkan empat daerah di Sumatera Selatan sebagai wilayah dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.

Baca Juga: DBD Sumsel Tembus 723 Kasus di Awal Tahun 2026

Dari empat daerah tersebut, dua di antaranya telah terkonfirmasi positif melalui uji laboratorium.

Keempat wilayah tersebut meliputi Palembang, Prabumulih, Banyuasin, dan Musi Rawas Utara.

Adapun Palembang dan Prabumulih masuk kategori KLB campak dengan konfirmasi laboratorium.

Baca Juga: ASN Sumsel WFH Setiap Jumat Mulai 10 April, Ini Alasan dan Sektor yang Tetap Masuk Kantor

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, menjelaskan bahwa secara nasional, KLB campak terjadi di 29 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi.

Kota Palembang mencatat jumlah kasus paling tinggi. Hingga akhir Maret 2026, terdapat 578 kasus suspek dan 90 kasus positif.

Sementara itu, di Prabumulih, tercatat 76 kasus suspek dengan 16 kasus positif.

Baca Juga: Pohon Tumbang Timpa Ojol di Palembang, Korban Meninggal Dunia di Lokasi

Seluruh kasus positif terjadi pada Januari, sedangkan Februari dan Maret tidak ditemukan kasus positif baru.

Selain dua kota tersebut, KLB campak juga ditetapkan berdasarkan kasus suspek di Banyuasin dan Musi Rawas Utara.

Banyuasin mencatat 15 suspek dengan 5 kasus positif, sementara Muratara mencatat 66 suspek dengan 8 positif.

Baca Juga: Daerah Gambut Jadi Sorotan, BPBD Sumsel Siapkan 8 Langkah Cegah Karhutla

Secara keseluruhan, jumlah kasus campak di Sumatera Selatan hingga 30 Maret 2026 mencapai 1.243 suspek dengan 184 kasus positif.

Angka ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dibandingkan awal tahun.

Sementara itu, berdasarkan data nasional, selama tahun 2025 hingga saat ini, tercatat 1.243 kasus suspek campak dengan 184 kasus terkonfirmasi positif. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.