Dari Tanjakan hingga Lawan Arus, Ini Penyebab Jalintim Macet Total

AKURAT.CO SUMSEL Kemacetan panjang yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim), wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), akhirnya mulai berangsur normal.
Kemacetan yang terjadi selama tiga hari, sejak 14 hingga 16 Maret 2026 itu, menjadi perhatian serius karena bertepatan dengan meningkatnya arus mudik Lebaran.
Berdasarkan data kepolisian, kemacetan tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal. Kondisi jalan yang bergelombang dengan banyak tanjakan dan turunan menjadi salah satu pemicu utama.
Kondisi tersebut membuat kendaraan berat seperti truk harus melaju lebih lambat, sehingga memicu antrean panjang.
Di sisi lain, lonjakan volume kendaraan saat arus mudik turut memperparah situasi. Jalur tersebut juga masih didominasi kendaraan besar yang melintas, sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan lain.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini: 5 Zodiak Paling Beruntung Soal Keuangan, Ada Peluang Cuan Tak Terduga
Tak hanya faktor teknis, perilaku pengendara juga menjadi penyumbang kemacetan. Sejumlah pengendara nekat melawan arus demi mempercepat perjalanan, namun justru memperparah kepadatan.
Selain itu, beberapa insiden kecelakaan juga memperburuk kondisi. Di antaranya truk bermuatan besi yang terguling hingga kendaraan yang mengalami kerusakan seperti patah as di tengah jalan.
Akibatnya, antrean kendaraan mengular panjang dan sempat membuat arus lalu lintas nyaris lumpuh total.
Minimnya pelebaran jalan di Jalintim juga menjadi sorotan. Infrastruktur yang ada dinilai belum mampu menampung lonjakan kendaraan, terutama saat momen mudik.
Kondisi ini membuat jalur utama Palembang–Jambi tersebut rentan mengalami kemacetan parah setiap tahunnya.
Aparat gabungan bergerak cepat untuk mengatasi situasi. Personel dari kepolisian dan instansi terkait diterjunkan ke sejumlah titik rawan untuk mengatur lalu lintas.
Kapolres Muba, Ruri Prastowo, mengatakan pihaknya membentuk tim khusus untuk mempercepat penanganan kemacetan.
Petugas juga sempat melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk penutupan sementara jalur dari arah Jambi menuju Palembang dan mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif.
Selain itu, sistem penarikan arus diterapkan untuk memperlancar pergerakan kendaraan.
“Kami juga melakukan pengantongan kendaraan besar di beberapa titik untuk mengurangi kepadatan di jalur utama,” ujarnya.
Tak hanya itu, alat berat, mobil derek, hingga mekanik disiagakan untuk mempercepat evakuasi jika terjadi kecelakaan atau kendaraan mogok.
Di tengah situasi sulit, petugas juga menunjukkan kepedulian dengan membagikan takjil kepada para pemudik yang terjebak kemacetan.
Langkah ini menjadi bentuk pelayanan sekaligus membantu meringankan beban masyarakat yang harus menunggu berjam-jam di jalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 7Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 8Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








