Sumsel

Konflik Timur Tengah Memanas, BP3MI Sumsel Siapkan Jalur Evakuasi untuk 16 Pekerja Migran

Kurnia | 4 Maret 2026, 18:00 WIB
Konflik Timur Tengah Memanas, BP3MI Sumsel Siapkan Jalur Evakuasi untuk 16 Pekerja Migran

AKURAT.CO SUMSEL Ketegangan geopolitik di wilayah Asia Barat (Timur Tengah) memicu respons cepat dari pemerintah daerah.

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan mencatat sebanyak 16 warga Sumsel saat ini berada di zona terdampak konflik tersebut.

Ke-16 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini diketahui tersebar di beberapa negara Semenanjung Arab, mulai dari Kuwait, Abu Dhabi, Dubai, Arab Saudi, hingga Oman.

Kepala BP3MI Sumatera Selatan, Waydinsyah, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif berdasarkan basis data keberangkatan tahun 2024 dan 2025.

Hingga kini, ia memastikan belum ada laporan warga Sumsel yang berada di wilayah konflik langsung seperti Israel atau Iran.

“Kami terus berkoordinasi. Jika eskalasi peperangan meluas dan membahayakan, BP3MI Sumsel bersama Kementerian Luar Negeri akan segera memfasilitasi jalur evakuasi bagi PMI asal Sumsel untuk pulang ke tanah air,” ujar Waydinsyah, Rabu (4/3/2026).

Pemerintah juga meminta proaktif warga Sumsel yang memiliki anggota keluarga di wilayah Asia Barat untuk segera melapor ke BP3MI.

Langkah ini krusial demi mempercepat pendataan dan penanganan jika situasi keamanan memburuk secara tiba-tiba.

Baca Juga: Situasi Timur Tengah Memanas, Jemaah Umrah Sumsel Diminta Tunda Keberangkatan

Tidak hanya bagi pekerja migran, situasi di Timur Tengah juga berdampak pada sektor perjalanan religi. Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenkaj) Sumsel mengeluarkan imbauan tegas bagi masyarakat yang berencana menunaikan ibadah umrah dalam waktu dekat.

Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumsel, Arkan Nurwahiddin, menyarankan jemaah untuk menjadwalkan ulang (reschedule) keberangkatan mereka hingga kondisi geopolitik kembali stabil.

“Kami mengimbau jemaah agar menunda keberangkatan sementara. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama mengingat agresi militer di wilayah tersebut masih berlangsung,” ungkap Arkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia