Awal 2026, Sumsel Diterjang 23 Bencana: Puluhan Ribu Rumah Terendam, OKU Selatan Terparah

Kalaksa BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana melalui Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan bahwa mayoritas bencana yang terjadi dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi.
"Dari total rekapitulasi, 16 kejadian merupakan banjir. Sisanya terdiri dari 4 kasus tanah longsor, 2 kejadian angin kencang, dan 1 peristiwa banjir bandang," ujar Sudirman dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).
Kabupaten OKU Selatan kini menjadi atensi khusus setelah mencatatkan 4 kejadian bencana, angka tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di wilayah Sumatera Selatan.
Baca Juga: Cara Gampang Belajar Bahasa Inggris Basic untuk Pemula, Dijamin Cepat Paham
Bencana ini memberikan dampak luas pada sektor permukiman dengan total 25.854 rumah terendam banjir dan 10 unit mengalami kerusakan berat. Kondisi tersebut memaksa sedikitnya 598 kepala keluarga (KK) untuk mengungsi, dari total 26.335 KK yang terdampak secara langsung oleh rangkaian bencana tersebut.
Tak hanya menghantam hunian warga, amukan alam ini juga melumpuhkan akses dan layanan publik. Sedikitnya 16 fasilitas pendidikan, 4 fasilitas kesehatan, dan 4 jembatan dilaporkan mengalami kerusakan signifikan, yang berpotensi menghambat aktivitas sosial-ekonomi masyarakat setempat.
Pemerintah Provinsi melalui BPBD mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tidak menurunkan kewaspadaan. Berdasarkan proyeksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan diprediksi masih akan berlangsung hingga Mei mendatang.
"Potensi cuaca ekstrem masih mengintai. Kami meminta kesiapsiagaan penuh dari seluruh elemen masyarakat, terutama yang bermukim di daerah rawan aliran sungai dan perbukitan," tambah Sudirman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









