Sumsel

Tekan Kemiskinan Ekstrim, Pemprop Sumsel Akan Bedah Ribuan Rumah Serentak di 17 Kabupaten dan Kota

Deni Hermawan | 12 Februari 2024, 23:32 WIB
Tekan Kemiskinan Ekstrim, Pemprop Sumsel Akan Bedah Ribuan Rumah Serentak di 17 Kabupaten dan Kota

AKURAT.CO SUMSEL Sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menginisiasi Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel untuk turut serta menjalankan program bedah rumah secara serentak. 

Acara ini juga akan ditandai dengan peluncuran gerakan bantuan sanitasi di seluruh Sumsel.

Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel, Agus Fatoni, mengungkapkan rencana tersebut dalam Rapat Persiapan Kegiatan Bedah Rumah Serentak se-Sumsel secara virtual di Kantor Gubernur Sumsel, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (12/4/2024). 

Baca Juga: Kades di Sumsel Diminta Untuk Netral dan Jaga Iklim Kondusif

Dalam kesempatan tersebut, Fatoni menjelaskan bahwa program bedah rumah akan didanai oleh berbagai sumber, mulai dari APBD, APBN, hingga bantuan dari Kementerian PUPR, CSR BUMN/BUMD, dan swasta serta Baznas di wilayah masing-masing.

Selain menggarap program bedah rumah, Pemprov Sumsel juga bertekad untuk mengurangi tingkat kemiskinan di wilayah tersebut melalui program bantuan sanitasi yang diluncurkan serentak. 

Bantuan ini akan diserahkan secara simbolis oleh Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pusat, Tri Tito Karnavian.

“Jadi Bupati maupun Walikota silakan menyampaikan dalam forum ini berapa tota rumah yang akan dibedah, selain bedah rumah bapak/ibu Bupati/ Walikota juga menyiapkan bantuan sanitasi berupa kloset atau perbaikan WC di kabupaten/kota masing-masing,” jelas Fatoni.

Fatoni menambahkan, bahwa program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini akan mencakup atap, lantai, dan dinding.

Sesuai arahan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Sumsel juga diinstruksikan untuk memberikan bantuan sanitasi berupa pembangunan WC.

Dengan demikian, melalui peningkatan sanitasi dan perbaikan rumah, diharapkan dapat mengurangi kemiskinan ekstrem di Sumsel. 

Berdasarkan data yang telah terkumpul dari masing-masing Kabupaten/Kota, program bedah rumah akan menjangkau 6.089 unit, sementara program sanitasi mencakup 6.506 unit.

Namun, jumlah ini masih bisa bertambah pada saat pelaksanaan launching bedah rumah dan sanitasi WC.

Fatoni mengajak seluruh pihak untuk mendukung dan memeriahkan gerakan pemberian bantuan sanitasi dan kegiatan bedah rumah untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem.

Tujuan langkah ini untuk mengurangi tingkat kemiskinan esktrim, sehingga diperlukan langkah yang cepat agar segera dirasakan masyarakat. 

Kepala BPS Sumsel, Moh. Wahyu Yulianto, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumsel tahun 2023 mencapai 5,08%, angka yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. 

Terkait dengan kemiskinan ekstrim, Wahyu menjelaskan bahwa mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan diukur dengan pendapatan setara dengan Rp 11.571,21 per kapita per hari atau Rp 351.957,40 per kapita per bulan.

Program bedah rumah dan sanitasi yang dicanangkan Pemprov Sumsel diharapkan dapat segera memberikan dampak positif bagi masyarakat. 

“Program bedah rumah yang disampaikan Pak Gubernur tadi, saya kira cukup banyak, hampir ribuan, ya. Saya harap, meskipun pelaksanaannya baru pada bulan Mei, tapi kita bisa mulai melaksanakan program ini bertahap mulai bulan ini. Tujuannya agar program yang sudah diterima oleh masyarakat dapat segera tercatat oleh BPS," ucap Wahyu. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
A