Optimalkan Lahan Rawa, Program Padi Sumsel Diharapkan Bisa Cegah Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Program optimalisasi lahan (oplah) dan cetak sawah yang digagas oleh Presiden RI, selain bertujuan untuk swasembada pangan, ternyata juga berpotensi besar dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel).
Penjabat Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan rawa yang melimpah di provinsi ini tidak hanya akan meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga dapat mengurangi potensi karhutla.
"Sumsel menjadi salah satu provinsi yang terpilih untuk melaksanakan program optimalisasi lahan dan cetak sawah. Dengan memanfaatkan lahan rawa untuk pertanian, diharapkan produktivitasnya meningkat dan sekaligus bisa mengurangi risiko terjadinya kebakaran lahan," kata Elen, Jumat (6/12/2024).
Elen mengungkapkan bahwa lahan rawa yang banyak tersebar di Sumsel sangat potensial untuk dijadikan sawah, terutama saat musim kemarau datang.
Lahan yang tidak produktif atau kritis seringkali menjadi sasaran pembakaran oleh oknum yang ingin membuka lahan untuk pertanian atau perkebunan. Oleh karena itu, optimalisasi lahan rawa menjadi salah satu langkah strategis untuk mencegah karhutla.
"Karena seringkali lahan yang tidak produktif menjadi penyebab kebakaran, maka dengan memanfaatkan lahan rawa menjadi sawah, kita harapkan dapat meningkatkan hasil pertanian sekaligus mengurangi risiko karhutla," tambah Elen.
Sumsel sendiri dikenal sebagai salah satu penyumbang terbesar produksi padi nasional, berada di urutan kelima setelah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Rugi Puluhan Juta, Empat Pemuda di Palembang Jadi Korban Penipuan Modus Pekerjaan
"Meskipun demikian, provinsi lain yang lebih dulu unggul dalam produksi padi mengalami penurunan pada potensi lahannya, sehingga Sumsel berusaha memanfaatkan potensi lahan rawa yang melimpah untuk meningkatkan hasil pertanian," katanya.
Namun, pengembangan lahan rawa menjadi sawah tidaklah mudah. Elen menjelaskan, margin keuntungan yang terlalu tipis seringkali menjadi kendala bagi petani untuk menggarap lahan tersebut. Oleh karena itu, program ini membutuhkan dukungan agar petani tetap tertarik untuk mengolahnya.
"Jika tidak dibantu, petani kita tidak akan mengerjakannya. Dan kalau tidak dikerjakan, maka tidak ada pekerjaan lain," ungkapnya.
Pemprov Sumsel berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas padi dan mengoptimalkan potensi lahan yang ada. Selain mendukung ketahanan pangan, upaya ini diharapkan juga dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam dan mencegah terjadinya bencana karhutla yang kerap melanda kawasan ini.
"Ini adalah perhatian utama kami. Kami tahu bahwa sumber daya berbasis mineral akan habis pada waktunya, namun pertanian dapat terus berkembang jika dikelola dengan baik," ungkapnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








