Jumlah Penumpang Transportasi di Sumsel Januari 2025: Moda Udara Turun, Laut dan LRT Ikut Melemah

AKURAT.CO SUMSEL Jumlah penumpang transportasi di Sumatera Selatan (Sumsel) pada Januari 2025 mengalami fluktuasi yang cukup signifikan.
Moda transportasi udara dan laut mencatat penurunan jumlah penumpang, sementara angkutan barang di sektor laut justru mengalami peningkatan.
Berdasarkan data terbaru, jumlah penumpang yang berangkat menggunakan moda transportasi udara dari Sumsel tercatat sebanyak 121.882 orang, mengalami penurunan sebesar 12,58 persen dibandingkan Desember 2024.
Penurunan ini terjadi pada penerbangan domestik, terutama dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang yang mengalami penurunan 13,88 persen dengan jumlah 112.732 penumpang. Sebaliknya, Bandara Silampari Lubuklinggau justru mencatat kenaikan 12,32 persen dengan 5.198 penumpang.
Meski jumlah keberangkatan menurun, kedatangan penumpang di Sumsel justru mengalami peningkatan sebesar 2,51 persen dengan total 128.704 orang.
Dari jumlah tersebut, 124.771 adalah penumpang domestik yang meningkat 2,54 persen dibanding bulan sebelumnya. Kedatangan penumpang internasional juga naik 1,47 persen, didominasi oleh jamaah umroh yang tiba di Bandara SMB II sebanyak 3.933 orang.
Baca Juga: Jalan Tol Musi Landak-Pangkalan Balai Akan Dibuka Sementara Saat Mudik Lebaran 2025
Sementara itu, sektor transportasi laut juga mengalami penurunan jumlah penumpang. Pada Januari 2025, hanya 1.250 orang yang berangkat menggunakan kapal laut, turun 10,65 persen dibanding Desember 2024.
Jumlah penumpang yang datang juga anjlok 23,46 persen menjadi 1.132 orang. Total penumpang kapal laut, baik yang berangkat maupun yang datang di Pelabuhan Boom Baru, tercatat hanya 2.382 orang atau turun 17,23 persen dari bulan sebelumnya.
Meski jumlah penumpang menurun, aktivitas bongkar muat barang di angkutan laut justru meningkat 6,13 persen menjadi 354.889 ton.
Peningkatan ini terjadi di Pelabuhan Boom Baru Palembang dan Pelabuhan Sungai Lumpur Ogan Komering Ilir (OKI), yang melayani angkutan barang domestik maupun internasional.
Sedangkan, jumlah pengguna transportasi darat di Sumsel juga mengalami penurunan. Penumpang kereta api pada Januari 2025 tercatat sebanyak 91.023 orang atau turun 4,95 persen dibanding bulan sebelumnya.
Rinciannya, kelas eksekutif mencatat penurunan 13,23 persen, kelas bisnis turun 7,57 persen, dan kelas ekonomi turun 2,52 persen.
Selain itu, jumlah pengguna Light Rail Transit (LRT) di Sumsel juga turun cukup signifikan, yakni 10,39 persen dengan total 392.423 penumpang dibanding Desember 2024. Penurunan ini disinyalir akibat menurunnya mobilitas masyarakat pasca-libur akhir tahun.
Meski dibandingkan bulan sebelumnya mayoritas moda transportasi mengalami penurunan, secara tahunan terdapat tren pertumbuhan. Jumlah keberangkatan penumpang udara pada Januari 2025 mengalami kenaikan 12,49 persen dibanding Januari 2024.
Peningkatan terbesar terjadi pada penerbangan internasional yang naik 127 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah penumpang kereta api utama juga meningkat 9,19 persen dibanding Januari 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








