Sumsel

Harga Cabai di Sumsel Berfluktuasi Tajam, Dipengaruhi Cuaca dan Permintaan Pasar

Maman Suparman | 22 Februari 2025, 14:00 WIB
Harga Cabai di Sumsel Berfluktuasi Tajam, Dipengaruhi Cuaca dan Permintaan Pasar

AKURAT.CO SUMSEL Harga cabai di Sumatra Selatan (Sumsel) mengalami fluktuasi signifikan dalam sepekan terakhir.

Perubahan harga ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kondisi cuaca ekstrem dan meningkatnya permintaan pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Effendi, menjelaskan bahwa harga cabai sering kali bergejolak akibat faktor alam.

“Cuaca sangat menentukan pergerakan harga cabai. Jika wilayah pemasok mengalami banjir, harga bisa turun. Sebaliknya, ketika produksi berkurang dan distribusi terganggu, harga cenderung melonjak,” ujarnya, Sabtu (22/2/2025).

Menjelang Ramadan, ia memperkirakan harga cabai dapat mengalami kenaikan akibat gangguan produksi yang disebabkan oleh kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Data dari Dinas Perdagangan Palembang menunjukkan bahwa harga cabai rawit merah dan rawit besar di Pasar Soak Batu saat ini mencapai Rp75 ribu per kilogram.

Sementara itu, di Pasar Lemabang, harga cabai rawit merah dan rawit besar menyentuh Rp100 ribu per kilogram, menjadi harga tertinggi saat ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, mengungkapkan bahwa lonjakan harga cabai turut berkontribusi terhadap inflasi di wilayah tersebut.

“Cabai merah dan cabai rawit mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Cabai merah sendiri menyumbang inflasi sebesar 1,45 persen secara month to month (mtm),” terangnya.

Dengan situasi ini, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam mengatur pengeluaran dan konsumsi bahan pangan guna mengantisipasi kenaikan harga yang lebih besar di kemudian hari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia