Sumsel

18,5 Ton Kopi Liberika Asal Sumsel Tembus Pasar Malaysia, Bukti Kualitas Petani Lahat dan Muara Enim Diakui Dunia

Maman Suparman | 11 November 2025, 14:37 WIB
18,5 Ton Kopi Liberika Asal Sumsel Tembus Pasar Malaysia, Bukti Kualitas Petani Lahat dan Muara Enim Diakui Dunia

AKURAT.CO SUMSEL Sebanyak 18,5 ton biji kopi Liberika asal Lahat dan Muara Enim resmi diekspor ke Malaysia, menandai langkah besar komoditas unggulan daerah ini dalam memperluas pasar global.

Kopi liberika yang dikirim berasal dari beberapa wilayah penghasil utama seperti Jarai, Kikim, Tanjung Sirih, dan Semendo.

Sebelum diberangkatkan, seluruh biji kopi tersebut telah melewati proses ketat pemeriksaan fisik serta uji laboratorium karantina untuk memastikan mutu dan keamanan produk.

“Semua biji kopi sudah diperiksa dan dinyatakan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Produk ini juga telah memenuhi seluruh persyaratan negara tujuan,” ujar Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, Selasa (11/11/2025).

Sri menjelaskan, penerbitan sertifikasi ekspor menjadi jaminan bahwa kopi liberika asal Sumsel telah memenuhi standar internasional — baik dari segi keamanan hayati maupun kualitas.

“Sertifikat yang kami keluarkan menjamin bahwa produk ekspor ini aman, sehat, dan layak diterima di pasar global,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sri menuturkan bahwa ekspor kopi liberika ini menjadi bukti nyata besarnya potensi sektor perkebunan Sumatera Selatan.

Baca Juga: Menkeu: Redenominasi Rupiah Belum Akan Diterapkan Tahun 2026, Kewenangan Penuh Bank Indonesia

Menurutnya, mutu produk yang konsisten serta dukungan sertifikasi yang kredibel membuat komoditas ini semakin diperhitungkan di kancah internasional.

“Kami terus mendampingi pelaku ekspor agar prosesnya berjalan efisien dan sesuai prosedur. Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan Karantina menjadi kunci keberhasilan ekspor yang berdaya saing,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Lahat Bursah Zarnubi mengapresiasi keberhasilan ekspor tersebut. Ia menilai, langkah ini menjadi momentum penting bagi petani di Lahat dan sekitarnya untuk naik kelas dan menikmati nilai tambah dari hasil perkebunan mereka.

“Dengan ekspor ini, artinya Lahat sudah mulai dikenal di pasar global. Kami berharap keberhasilan ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi daerah,” kata Bursah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia