Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan Israel di Lebanon

AKURAT.CO SUMSEL – Setelah sempat mereda, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz sebagai respons atas serangan udara Israel di Lebanon Selatan.
Melansir dari akurat.co, pengumuman ini dilakukan Iran hanya beberapa hari setelah Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan awal yang bertujuan meredakan konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.
Dalam pernyataannya, komando militer Iran menyebut keputusan itu diambil karena serangan Israel dinilai melanggar komitmen penghentian operasi militer di Lebanon.
Teheran juga menuding Amerika Serikat gagal memastikan implementasi sejumlah poin penting dalam kesepakatan yang sebelumnya telah dicapai kedua negara.
Iran memperingatkan akan mengambil langkah tambahan apabila serangan terhadap Lebanon terus berlanjut. Padahal, pembukaan kembali Selat Hormuz sebelumnya menjadi salah satu bagian penting dari kesepakatan awal antara Teheran dan Washington untuk menurunkan tensi konflik regional.
Namun klaim tersebut langsung mendapat respons dari Amerika Serikat. Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan tidak menemukan bukti bahwa Selat Hormuz benar-benar ditutup. Washington bahkan menegaskan aktivitas pelayaran komersial masih berlangsung seperti biasa di jalur strategis tersebut.
Di tengah situasi ini, perundingan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran tetap dijadwalkan berlangsung di Swiss. Delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance, sementara Iran mengirim Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi untuk melanjutkan pembahasan mengenai program nuklir dan stabilitas kawasan.
Diketahui, ketegangan terbaru dipicu serangkaian serangan Israel di Lebanon Selatan yang menewaskan sejumlah orang. Israel menyatakan operasi tersebut ditujukan kepada Hizbullah.
Sebaliknya, kelompok yang didukung Iran itu menuding serangan tersebut berpotensi menggagalkan proses perdamaian yang sedang dibangun melalui kesepakatan AS-Iran.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak global melintasi perairan yang menghubungkan Teluk Persia dan Laut Arab tersebut. Karena itu, setiap ancaman gangguan terhadap jalur ini selalu menjadi perhatian pasar internasional dan berpotensi memengaruhi harga energi dunia.
Situasi terbaru ini menambah ketidakpastian terhadap masa depan kesepakatan yang baru saja dicapai Iran dan Amerika Serikat. Hasil perundingan di Swiss kini menjadi sorotan dunia karena dinilai dapat menentukan arah stabilitas kawasan Timur Tengah dalam beberapa pekan ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








