Sumsel

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan Israel di Lebanon

Ardiansyah. | 21 Juni 2026, 16:30 WIB
Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan Israel di Lebanon
ilustrasi/ist

AKURAT.CO SUMSEL – Setelah sempat mereda, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz sebagai respons atas serangan udara Israel di Lebanon Selatan.

Melansir dari akurat.co, pengumuman ini dilakukan Iran hanya beberapa hari setelah Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan awal yang bertujuan meredakan konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.

Dalam pernyataannya, komando militer Iran menyebut keputusan itu diambil karena serangan Israel dinilai melanggar komitmen penghentian operasi militer di Lebanon.

Teheran juga menuding Amerika Serikat gagal memastikan implementasi sejumlah poin penting dalam kesepakatan yang sebelumnya telah dicapai kedua negara.

Iran memperingatkan akan mengambil langkah tambahan apabila serangan terhadap Lebanon terus berlanjut. Padahal, pembukaan kembali Selat Hormuz sebelumnya menjadi salah satu bagian penting dari kesepakatan awal antara Teheran dan Washington untuk menurunkan tensi konflik regional.

Namun klaim tersebut langsung mendapat respons dari Amerika Serikat. Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan tidak menemukan bukti bahwa Selat Hormuz benar-benar ditutup. Washington bahkan menegaskan aktivitas pelayaran komersial masih berlangsung seperti biasa di jalur strategis tersebut.

Di tengah situasi ini, perundingan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran tetap dijadwalkan berlangsung di Swiss. Delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance, sementara Iran mengirim Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi untuk melanjutkan pembahasan mengenai program nuklir dan stabilitas kawasan.

Diketahui, ketegangan terbaru dipicu serangkaian serangan Israel di Lebanon Selatan yang menewaskan sejumlah orang. Israel menyatakan operasi tersebut ditujukan kepada Hizbullah.

Sebaliknya, kelompok yang didukung Iran itu menuding serangan tersebut berpotensi menggagalkan proses perdamaian yang sedang dibangun melalui kesepakatan AS-Iran.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak global melintasi perairan yang menghubungkan Teluk Persia dan Laut Arab tersebut. Karena itu, setiap ancaman gangguan terhadap jalur ini selalu menjadi perhatian pasar internasional dan berpotensi memengaruhi harga energi dunia.

Situasi terbaru ini menambah ketidakpastian terhadap masa depan kesepakatan yang baru saja dicapai Iran dan Amerika Serikat. Hasil perundingan di Swiss kini menjadi sorotan dunia karena dinilai dapat menentukan arah stabilitas kawasan Timur Tengah dalam beberapa pekan ke depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ardiansyah.
A