PBB Pertimbangkan Masukkan Pemukim Israel ke Daftar Hitam, Ribuan Anak Palestina Jadi Sorotan

AKURAT.CO SUMSEL Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menyoroti meningkatnya kekerasan terhadap warga sipil Palestina, terutama anak-anak.
Organisasi internasional itu bahkan mempertimbangkan memasukkan sejumlah pemukim Israel ke dalam daftar hitam global akibat dugaan pelanggaran berat terhadap anak-anak dalam konflik tersebut.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan tindakan yang menyebabkan jatuhnya korban anak-anak merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok sipil yang harus mendapatkan perlindungan, termasuk saat konflik bersenjata berlangsung.
"Saya sangat prihatin dengan meningkatnya serangan yang dilakukan pemukim Israel yang mengakibatkan pelanggaran berat terhadap anak-anak di Palestina," ujar Guterres dalam pernyataannya.
Data PBB mencatat ribuan anak Palestina telah menjadi korban kekerasan selama konflik berlangsung.
Baca Juga: 5 Kesalahan Sepele yang Bikin Sepatu Berjamur dan Cepat Rusak
Dari laporan tersebut, sekitar 2.725 anak Palestina disebut meninggal dunia. Mayoritas korban berasal dari wilayah Gaza, sementara sebagian lainnya berada di Tepi Barat.
Guterres juga menyoroti penggunaan senjata berat di wilayah padat penduduk yang meningkatkan risiko jatuhnya korban sipil, termasuk anak-anak.
Ia menegaskan bahwa semua pihak dalam konflik memiliki kewajiban untuk mematuhi aturan hukum internasional.
Selain operasi militer, aktivitas pemukim Israel di sejumlah wilayah Palestina juga menjadi perhatian internasional.
PBB menyebut terdapat laporan mengenai serangan terhadap warga sipil dan fasilitas umum di Gaza maupun Tepi Barat.
Salah satu insiden yang menjadi sorotan terjadi ketika sekelompok pemukim Israel menyerang sebuah desa di Tepi Barat. Dalam kejadian tersebut, sebuah masjid dilaporkan dibakar sebelum para pelaku meninggalkan lokasi.
Peristiwa tersebut menambah daftar panjang ketegangan antara warga Palestina dan pemukim di wilayah pendudukan.
Situasi semakin rumit karena meski telah ada kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, kekerasan di lapangan masih terus terjadi.
Kesepakatan tersebut sebelumnya bertujuan menghentikan serangan dan membuka jalan bagi penyelesaian konflik.
Namun, laporan mengenai serangan baru dari berbagai pihak masih terus bermunculan.
PBB pun kembali mendesak seluruh pihak menghentikan kekerasan serta memastikan perlindungan terhadap warga sipil.
Rencana memasukkan pemukim Israel ke daftar hitam menunjukkan meningkatnya tekanan internasional terhadap pihak-pihak yang dianggap melanggar hak anak dalam konflik.
PBB menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak-anak harus menjadi prioritas utama, terlepas dari pihak mana yang terlibat dalam peperangan.
Hingga kini, konflik Israel-Palestina masih menjadi salah satu krisis kemanusiaan terbesar dunia dengan ribuan warga sipil terdampak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








