Sumsel

Update Deretan Fakta Banjir Bekasi, BNBP Lakukan Modifikasi Cuaca hingga Perjalanan KAI Terganggu

St Shofia Munawaroh | 5 Maret 2025, 09:00 WIB
Update Deretan Fakta Banjir Bekasi, BNBP Lakukan Modifikasi Cuaca hingga Perjalanan KAI Terganggu

AKURAT. CO SUMSEL- Banjir besar melanda kota Bekasi.

Ketinggian air terus naik dari 60 cm hingga kini mencapai 300 cm.

Ada 20 titik terdampak banjir Bekasi yang tersebar di 8 kecamatan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Rabu 5 Maret 2025, Hujan Petir Rata di Seluruh Wilayah Sumsel

Akibatnya, ribuan rumah warga terendam banjir bahkan ada yang mencapai ketinggian atap.

Berikut adalah update fakta-fakta terkait banjir besar yang melanda Bekasi sejak Selasa (4/3). 

1. Stasiun Bekasi dikepung air, perjalanan KAI listrik KRL terganggu

Baca Juga: NTP Sumsel Januari 2025 Sentuh 131,32, Tertinggi dalam Tiga Tahun Terakhir

KAI Commuter mengatakan jika fasilitas layanan pengguna KRL seperti lift dan eskalator sementara tidak diaktifkan karena listrik padam imbas banjir Bekasi.

Akses menuju Stasiun Bekasi juga lumpuh karena air menggenangi area sekitar stasiun dan jalan depan stasiun.

Selain itu banjir juga mempengaruhi perjalanan KAI dari dan menuju stasiun Bekasi. 

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Rabu 5 Ramadhan 1446 H Kota Palembang

2. Ketinggian air capai 3 meter

BNPB menyebut ketinggian air akibat banjir di Kabupaten Bekasi maupun kota Bekasi Jawa Barat ada yang mencapai tiga meter.

Hal itu disebabkan oleh curah hujan deras dan kiriman dari Bogor.

Baca Juga: Polisi Ungkap Kasus Begal Lintas Kabupaten di Palembang, 4 Tersangka Ditangkap, 1 Ditembak Mati

"Banjir terjadi disebabkan hujan yang deras dan disertai kiriman air dari sungai di bagian hulu," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dilansir Antara, Selasa (4/3/2025) 

3. Ratusan rumah warga terendam banjir hingga ke atap

Setidaknya ada 140 unit rumah warga yang terendam dengan ketinggian air mencapai tiga meter di Kota Bekasi.

Baca Juga: Sumsel Targetkan Ekspansi 1 Juta Hektare Sawah untuk Dukung Ketahanan Panga

4. Banjir masuk Mall dan Rumah Sakit

Beredar video di media sosial yang memperlihatkan genangan air masuk ke dalam Mall Mega Bekasi hingga RS di Bekasi Barat.

Dalam rekaman video tersebut, tampak sejumlah petugas rumah sakit Mitra Bekasi Barat sibuk mengeluarkan air dengan ember.

Ada juga perawat yang sibuk memindahkan tempat tidur dan peralatan rumah sakit. 

Baca Juga: Mafia Lahan Sawit? Kejati Sumsel Tetapkan Lima Tersangka, Rp61 Miliar Disita

4. Jembatan Kemang Prata ambles

Jembatan Kemang Pratama di Jalan Kemang Pratama Raya, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, ambles pada Selasa (4/3/2025). 

5. Banjir terparah sejak 2016

Baca Juga: PSU Pilkada Empat Lawang Terancam Tertunda, KPU Sumsel Belum Ajukan Anggaran

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyebut banjir kali ini adalah yang terburuk bila dibandingkan dengan kejadian serupa pada 2016 dan 2020.

"Sejak Senin malam, ketinggian air mulai terlihat. Daerah paling parah di sekitar Kali Bekasi. Itu pertemuan Kali Cikeas dan Cileungsi. Ketinggian air mencapai 8 meter, tertinggi sejak 2016 dan 2020 lalu," ungkap Tri dalam rapat bersama Menko PMK, BNPB, Basarnas, dan BMKG.

Baca Juga: Sumsel Kirim Sampel Serat Nanas Prabumulih ke Spanyol, Langkah Awal Menuju Ekspor Global

6. Pemkot Bekasi pastikan ketersediaan logistik dapur umum

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan ketersediaan logistik dapur umum yang tersebar di delapan kecamatan terdampak banjir, cukup untuk para korban banjir.

Menurutnya, saat ini Pemkot Bekasi memiliki persediaan 4,1 ton beras di gudang Dinas Ketahanan Pangan dan mendapatkan bantuan 1,2 ton dari Bulog.

Baca Juga: Mentan RI Didampingi Gubernru Sumsel Sidak Pasar Murah di Palembang, Pastikan Harga Sembako Tetap Stabil

Jumlah ini dikatakan masih cukup untuk kebutuhan para korban banjir. 

7. 8 Kecamatan terdampak

Walikota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan banjir ini menyebabkan 8 kecamatan terdampak.

Baca Juga: Menteri Pertanian Targetkan Sumsel Masuk Tiga Besar Penghasil Beras Nasional

Diantaranya: kec. Bekasi Timur, kec. Bekasi Utara, kec. Bekasi Selatan, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede, Rawalumbu dan Bantargebang. 

8. Modifikasi Cuaca Jabodetabek

BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk wilayah jabodetabek pada Selasa (4/3).

OMC dilakukan dengan pesawat Cessna Caravan 208B.

Baca Juga: Inflasi Sumsel 0,49% Secara Tahunan, Kabupaten OKI Tertinggi

Operasi dilakukan dalam tiga sorti. Sorti pertama (15.00-17.00) , sorti kedua (17.30-19.30) dan sorti ketiga (20.00-22.00).

Penyemaian 1 ton NaCL dalam setiap sortinya dilakukan dari ketinggian 8.000-11.000 kaki. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.