Musim Kemarau Tak Hentikan 51 Bencana Alam di Indonesia, Banjir Terbanyak

AKURAT.CO SUMSEL Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa terjadi 51 kejadian bencana alam di Indonesia selama periode 1-7 Juli 2024.
Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan pekan-pekan sebelumnya, di mana bencana alam yang berdampak signifikan tidak pernah lebih dari 30 kejadian dalam 4 minggu terakhir.
"Memasuki musim kemarau, kita menduga jumlah bencana akan berkurang. Namun, kenyataannya banjir masih mendominasi dengan 33 kejadian, setara 64% dari total bencana alam secara nasional," ujar, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Rabu (10/9/2024).
Meskipun hampir 50% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau berdasarkan prediksi BMKG, fenomena ini tidak berarti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak terjadi. Pada periode tersebut, tercatat 4 kejadian karhutla.
Baca Juga: Atta Halilintar Beri Uang Tunai Segunung Sebagai Kado Ultah Aurel Hermansyah
"Fenomena dua bencana hidrometeorologi yang bertolak belakang dari sisi penyebab ini selalu ada di setiap periode," jelas Abdul. "Meskipun puncak musim hujan telah berlalu, kekeringan masih terjadi di beberapa daerah."
Selain banjir dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla), bencana alam lain yang terjadi pada pekan pertama Juli meliputi cuaca ekstrem sebanyak 6 kejadian.
Lalu, tanah longsor 3 kejadian, gempa bumi 2 kejadian, kekeringan 2 kejadian, dan gelombang pasang atau abrasi 1 kejadian. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









