Sumsel

Menhan Sjafrie Hentikan Pelatihan Militer Calon Manajer Kopdes Imbas 5 Peserta Wafat

Rangga Mandara | 29 Juni 2026, 20:58 WIB
Menhan Sjafrie Hentikan Pelatihan Militer Calon Manajer Kopdes Imbas 5 Peserta Wafat
Menhan Sjafrie.

AKURAT. CO SUMSEL - Kementerian Pertahanan resmi menghentikan total aktivitas kemiliteran fisik dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk evaluasi mendalam demi menjamin keselamatan para calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Berdasarkan keterangan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, saat ini Kemhan telah mengubah pelaksanaan kegiatan yang semula latsarmil menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.

Baca Juga: Kasus Flu Singapura di Sumsel Naik, Palembang Tertinggi dengan 102 Kasus

Perubahan itu dilakukan setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengevaluasi sistem pembelajaran menyusul kejadian lima peserta latsarmil meninggal dunia.

Dengan adanya evaluasi ini, Rico memastikan kegiatan fisik dan pelatihan yang berkaitan dengan latihan kemiliteran akan dikurangi.

Fokus kegiatan pun diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi.

Baca Juga: Karhutla di Sumsel Meluas, Belasan Hektare Lahan Terbakar di Tiga Daerah

Menurut Rico, Kemhan juga akan memperhatikan kondisi kesehatan peserta demi memastikan proses pendidikan para calon pengelola.

Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan.

Di sisi lain, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh juga perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik para peserta.

Baca Juga: Kejari Palembang Geledah Dishub Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Lampu Jalan

Setelah kondisi kesehatan para peserta diketahui, setiap satuan TNI yang jadi pihak pelatih latsarmil harus menyesuaikan porsi latihan fisik sesuai dengan kondisi para peserta.

Dari sisi penanganan, Kemhan juga meminta agar penanganan medis terhadap peserta yang sakit bisa dilakukan secara cepat dan maksimal.

Tidak hanya evaluasi soal kesehatan saja, Sjafrie meminta evaluasi juga harus dilakukan dari segi pemberian materi selama pendidikan.

Baca Juga: BPBD Sumsel Berikan Bantuan Gubernur Herman Deru Ke Korban Bencana Kebakaran Empat Lawang

Dengan demikian, para peserta tidak akan kehilangan esensi dari pendidikan latsarmil yang lebih menekankan pada nilai kedisiplinan dan membangun jiwa kepemimpinan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.