Menhan Sjafrie Hentikan Pelatihan Militer Calon Manajer Kopdes Imbas 5 Peserta Wafat

AKURAT. CO SUMSEL - Kementerian Pertahanan resmi menghentikan total aktivitas kemiliteran fisik dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk evaluasi mendalam demi menjamin keselamatan para calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Berdasarkan keterangan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, saat ini Kemhan telah mengubah pelaksanaan kegiatan yang semula latsarmil menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.
Baca Juga: Kasus Flu Singapura di Sumsel Naik, Palembang Tertinggi dengan 102 Kasus
Perubahan itu dilakukan setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengevaluasi sistem pembelajaran menyusul kejadian lima peserta latsarmil meninggal dunia.
Dengan adanya evaluasi ini, Rico memastikan kegiatan fisik dan pelatihan yang berkaitan dengan latihan kemiliteran akan dikurangi.
Fokus kegiatan pun diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi.
Baca Juga: Karhutla di Sumsel Meluas, Belasan Hektare Lahan Terbakar di Tiga Daerah
Menurut Rico, Kemhan juga akan memperhatikan kondisi kesehatan peserta demi memastikan proses pendidikan para calon pengelola.
Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan.
Di sisi lain, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh juga perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik para peserta.
Baca Juga: Kejari Palembang Geledah Dishub Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Lampu Jalan
Setelah kondisi kesehatan para peserta diketahui, setiap satuan TNI yang jadi pihak pelatih latsarmil harus menyesuaikan porsi latihan fisik sesuai dengan kondisi para peserta.
Dari sisi penanganan, Kemhan juga meminta agar penanganan medis terhadap peserta yang sakit bisa dilakukan secara cepat dan maksimal.
Tidak hanya evaluasi soal kesehatan saja, Sjafrie meminta evaluasi juga harus dilakukan dari segi pemberian materi selama pendidikan.
Baca Juga: BPBD Sumsel Berikan Bantuan Gubernur Herman Deru Ke Korban Bencana Kebakaran Empat Lawang
Dengan demikian, para peserta tidak akan kehilangan esensi dari pendidikan latsarmil yang lebih menekankan pada nilai kedisiplinan dan membangun jiwa kepemimpinan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu





