Kasus Korupsi KUR Bank Sumsel Babel Bertambah, Total 10 Tersangka, Kerugian Negara Capai Rp11,4 Miliar

AKURAT.CO SUMSEL Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) kembali menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Pembantu Semendo, Kabupaten Muara Enim.
Dengan penambahan tersebut, total tersangka dalam perkara ini kini mencapai 10 orang.
Kepala Kejati Sumsel, Ketut Sumedana, mengungkapkan bahwa ketiga tersangka yang baru ditetapkan masing-masing berinisial SM, AW, dan SP. SM diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, sementara dua lainnya berasal dari pihak swasta.
“Pada hari ini kita menetapkan tiga orang tersangka, yakni SM selaku penerima manfaat KUR yang juga ASN, serta AW dan SP sebagai penerima manfaat KUR dari pihak swasta,” ujar Ketut, Kamis (7/5/2026).
Dari ketiganya, hanya SM yang memenuhi panggilan penyidik dan langsung dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan. Sementara dua tersangka lainnya, AW dan SP, tidak hadir dan akan kembali dipanggil secara patut.
Baca Juga: Dirlantas Polda Sumsel Ungkap Dugaan Awal Penyebab Kecelakaan Bus ALS
“Apabila yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan secara patut, maka akan dilakukan tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Dalam perkara ini, Kejati Sumsel memperkirakan total kerugian negara mencapai Rp11,4 miliar.
Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sumsel, Nurhadi Puspandoyo, menjelaskan modus operandi yang digunakan para tersangka. Mereka diduga mengumpulkan data pribadi masyarakat berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk mengajukan pinjaman KUR secara fiktif tanpa sepengetahuan pemilik data.
Dokumen tersebut kemudian dimanipulasi dengan mencantumkan usaha palsu sebagai syarat pencairan kredit. Dana yang cair selanjutnya digunakan untuk kepentingan pribadi serta proyek para pelaku.
“Mereka sengaja mengumpulkan KTP dan KK untuk pengajuan KUR, lalu hasil pencairannya digunakan untuk proyek serta kepentingan pribadi,” jelasnya.
Kasus ini merupakan pengembangan dari penyidikan sebelumnya yang telah menetapkan tujuh tersangka, dengan enam orang sudah ditahan dan satu lainnya masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).
Kejati Sumsel menegaskan akan terus mengembangkan perkara ini guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat serta mengoptimalkan pemulihan kerugian keuangan negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem





