Polisi Sita 220 Kg Ganja dan Ribuan Bibit Siap Tanam dari Tangan Bandar di Sumsel

AKRAT.CO SUMSEL Aparat kepolisian berhasil membongkar jaringan narkotika skala besar di wilayah Sumatera Selatan.
Tim gabungan dari Ditresnarkoba Polda Sumsel dan Polres Empat Lawang meringkus seorang pria berinisial PD, yang diketahui sebagai aktor intelektual sekaligus pemilik ladang ganja seluas 20 hektare di Kabupaten Empat Lawang.
Dalam rilis pers yang digelar di Mapolda Sumsel, Kamis (30/4/2026), polisi tidak hanya menangkap tersangka, tetapi juga menyita ratusan kilogram ganja siap edar serta ribuan bibit yang siap memperluas cakupan lahan haram tersebut.
Pelarian PD berakhir setelah tim Ditresnarkoba mencium keberadaannya di Kota Palembang. Penangkapan di ibu kota provinsi ini menjadi pintu masuk petugas untuk membongkar aset pelaku di daerah asalnya, Empat Lawang.
Baca Juga: Truk Tabrakan di Kertapati, Diduga Dipicu Pemberhentian Mendadak oleh Petugas Dishub
Dalam penggeledahan di rumah pelaku, petugas menemukan sejumlah bukti krusial yang terdiri dari 20 kilogram ganja kering yang dikemas dalam lima karung serta empat unit sepeda motor yang diduga hasil pencucian uang.
Selain barang bukti fisik, polisi juga menyita dokumen kepemilikan tanah dan peta lokasi yang mengungkap keberadaan ladang ganja seluas 20 hektare milik tersangka.
Dirresnarkoba Polda Sumsel, Kombes Yulian Perdana, mengungkapkan bahwa pelaku tampaknya berencana melakukan penanaman besar-besaran dalam waktu dekat. Hal ini terbukti dari temuan bibit dalam jumlah fantastis di lokasi.
"Kami mengamankan 10 kotak bibit di mana satu kotaknya mampu mencukupi satu hektare lahan. Selain itu, ada 35 wadah media semai berisi sekitar 1.750 bibit yang disiapkan untuk lahan seluas 1,2 hektare," jelas Kombes Yulian.
Total barang bukti ganja kering siap edar yang berhasil diamankan dari jaringan ini mencapai 220 kilogram.
Hasil investigasi sementara menunjukkan bahwa PD bukan pemain baru. Ia disinyalir telah mengoperasikan bisnis haram ini sejak tahun 2024.
Ganja hasil panen dari Empat Lawang tersebut tidak hanya dipasarkan di wilayah Sumsel, tetapi telah merambah hingga ke Pulau Jawa.
Mengenai nilai ekonomi barang haram tersebut, pelaku menjualnya dengan harga kisaran Rp1 juta per kilogram. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami dari mana pelaku mendapatkan pasokan bibit tersebut serta memburu jaringan distribusi lainnya.
"Kasus ini masih terus kami kembangkan untuk memutus rantai peredaran hingga ke akar-akarnya," tegas Kombes Yulian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 8Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun







