Bibit Siklon Tropis Pengaruhi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia, Sumsel Termasuk?

AKURAT. CO SUMSEL - Bibit Siklon Tropis 91S dan 93S diketahui telah terdeteksi di Indonesia sejak pekan lalu.
Kehadiran bibit siklon tropis ini secara tidak langsung telah memberikan dampak pada curah hujan di Indonesia.
Yakni berupa peningkatan intensitas hujan sedang hingga lebat di sepanjang pesisir barat Sumatera dan sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga: Pendakian Gunung Dempo Normal di Tengah Status Siaga Bencana
Selain keberadaan bibit siklon tropis tersebut, kombinasi Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin di sejumlah wilayah Indonesia juga menjadi salah satu pemicu hujan signifikan yang memberikan dampak berupa banjir/genangan, gangguan transportasi, dan tanah longsor dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan laporan rekapitulasi bencana akibat cuaca ekstrem, terdapat sejumlah wilayah yang terdampak mulai dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.
Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan
Baca Juga: Suami Pergi Tanpa Jejak Sejak 6 Hari, Istri Ungkap Tak Ada Pertengkaran
Dinamika atmosfer dalam sepekan ke depan menunjukkan bahwa Bibit Siklon Tropis 91S (30 knot, 1008 hPa) di Samudra Hindia barat Lampung masih berpotensi memberikan dampak tidak langsung berupa hujan berintensitas sedang hingga lebat.
Sejumlah wilayah yang terdampak bibit siklon tropis ini antara lain: Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung, dengan potensi angin kencang dapat terjadi di wilayah Pesisir barat Sumatera Barat, dan Bengkulu.
Sementara itu, untuk bibit Siklon Tropis 93S (15 knot, 1009 hPa) juga diprediksi berada di Samudra Hindia selatan Pulau Sumba, yang dapat membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Bali dan NTB.
Baca Juga: Taruhan Berkedok Konten TikTok, Pasutri di Prabumulih Raup Puluhan Juta dari Adu Ikan Cupang
BMKG juga memprakirakan kombinasi fenomena atmosfer skala global, regional, dan lokal yang akan mempengaruhi cuaca di Indonesia dalam sepekan ke depan.
Skala Global
Dipole Mode Index (DMI) saat ini tercatat bernilai −0.63, yang mengindikasikan adanya potensi peningkatan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat.
Baca Juga: Natal–Tahun Baru Rawan Bencana, Herman Deru Wajibkan Kepala Daerah Sumsel Tetap Ditempat
Selain itu, kondisi suhu muka laut yang hangat di pesisir barat Sumatra, Perairan Selatan NTT, dan Papua, dan kondisi ENSO berada pada kategori netral, yang ditandai dengan nilai indeks Nino 3.4 sebesar -0.45 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar +2.7, tidak signifikan terhadap peningkatan potensi hujan di wilayah Indonesia bagian timur.
Skala Regional
Aktifnya Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator di wilayah Samudera Hindia barat Kep.
Mentawai, Pulau Jawa, dan Bali juga berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Prediksi Cuaca Sepekan ke Depan
12-14 Desember 2025
Hujan ringan hingga sedang: Kep. Riau, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, dan Papua Selatan.
Baca Juga: Daftar 4 Kelalaian Bos Terra Drone di Balik Tragedi Kebakaran Maut
Hujan lebat hingga sangat lebat: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang: Aceh, Pesisir Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Tengah, Papua.
15-18 Desember 2025
Baca Juga: Ibu di Musi Rawas Jadi Korban Penjambretan, Gelang Emas 10 Gram Raib
Hujan ringan hingga sedang: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, dan Papua Selatan.
Hujan lebat hingga sangat lebat: Jawa Timur, NTB, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jakarta, NTB, dan Sulawesi Selatan, dan Maluku.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









