Sumsel Targetkan Ekspansi 1 Juta Hektare Sawah untuk Dukung Ketahanan Pangan

AKURAT.CO SUMSEL Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi salah satu lumbung pangan nasional dengan menargetkan ekspansi lahan pertanian hingga 1 juta hektare.
Langkah ini dilakukan guna meningkatkan produksi padi serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa Sumsel memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, sehingga perlu menjadi prioritas dalam pengembangan lahan tanam.
“Tahun ini, kami menargetkan penambahan 150 ribu hektare lahan pertanian baru. Ke depan, pengembangannya bisa mencapai 1 juta hektare dalam lima tahun,” ujar Amran dalam kunjungan kerja di Palembang, Selasa (4/3/2025).
Amran menjelaskan bahwa ekspansi ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan produksi beras. Selain Sumsel, beberapa daerah lain yang masuk dalam prioritas pengembangan pertanian adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua Selatan.
Baca Juga: Inflasi Sumsel 0,49% Secara Tahunan, Kabupaten OKI Tertinggi
“Ini adalah langkah strategis dalam menjadikan pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. Dengan tambahan lahan tanam, kami harap Sumsel bisa masuk dalam tiga besar penghasil padi nasional, bahkan kalau bisa menjadi yang pertama,” tegasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi di Sumsel pada 2024 mencapai 521,09 ribu hektare, meningkat 3,36% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 504,14 ribu hektare.
Produksi padi juga mengalami kenaikan 2,71% dari 2,83 juta ton pada 2023 menjadi 2,91 juta ton pada 2024.
Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, menambahkan bahwa konversi produksi padi menjadi beras di Sumsel sepanjang 2024 mencapai 1,67 juta ton, meningkat 2,71% dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk periode Januari–April 2025, luas panen padi diperkirakan mencapai 285,48 ribu hektare atau meningkat 19,24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








