Sumsel

Kinerja Ekonomi Sumsel Dapat Pujian dari Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto

Deni Hermawan | 22 Juli 2024, 12:16 WIB
Kinerja Ekonomi Sumsel Dapat Pujian dari Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto

AKURAT.CO SUMSEL Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI), Airlangga Hartarto mengadakan pertemuan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati, dan Walikota se-Sumatera Selatan, bersama Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan, Elen Setiadi. Membahas tantangan perekonomian global dan nasional.

Menko Airlangga Hartarto mengapresiasi kinerja pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumsel yang konsisten dan pengendalian inflasi. Dia memuji Sumsel karena mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5% (yoy), dengan kinerja triwulan 1 hingga 24 mencapai 5,06% (yoy), yang merupakan yang tertinggi di Pulau Sumatera.

“Selain itu, tren deflasi bulanan yang berkorelasi dengan penurunan harga komoditas pangan memastikan bahwa inflasi tetap terkendali,” ungkap Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Perekonomian menyampaikan pesan khusus kepada Pj Gubernur Sumsel untuk mempercepat penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Sumsel. Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan jalan tol Betung-Tempino, bendungan Tiga Dihaji, serta pembangunan irigasi Lempuing dan daerah irigasi Lematang.

“Kami meminta Bapak Pj Gubernur untuk memastikan proyek strategis nasional seperti jalan tol Betung-Simpang Tempino selesai pada tahun ini. Hal ini akan memungkinkan Trans Sumatera terhubung sepenuhnya dan jangan sampai putus di Sumsel,” tutur Airlangga.

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan bendungan diharapkan dapat menghubungkan saluran primer, sekunder, dan tersier agar investasi menjadi produktif.

Airlangga juga menekankan pentingnya inovasi dalam pemenuhan kebutuhan fiskal, termasuk bekerja sama dengan perbankan, lembaga keuangan, dan lembaga pembiayaan pemerintah.

“Pendapatan dan belanja daerah biasanya seimbang dalam APBD Provinsi Sumsel, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota,” tambahnya.

Menko Airlangga menjelaskan bahwa perekonomian Sumsel ditopang oleh sektor pertambangan, industri, dan perdagangan, yang sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Ia menekankan pentingnya hilirisasi sebagai strategi peningkatan nilai tambah yang berkelanjutan.

Dalam Rakornas Pengendalian Inflasi 2024, Presiden Joko Widodo memberikan lima arahan kepada TPIP dan TPID sebagai strategi pengamanan produksi dan peningkatan efisiensi rantai pasok pangan.

Arahan tersebut meliputi penguatan produksi pangan melalui optimalisasi infrastruktur pengairan, akselerasi penerapan teknologi berbasis riset untuk digitalisasi pertanian, serta mendorong investasi untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Sementara itu, Pj Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, mengucapkan terima kasih kepada Menko Perekonomian atas arahan dan saran yang diberikan.

“Terima kasih Bapak Menko Perekonomian atas update perekonomian serta tantangan perekonomian global dan nasional. Insya Allah, beberapa hal akan kami tindak lanjuti sehingga ekonomi Provinsi Sumsel berkembang, dan konektivitas akan tetap kita selesaikan,” tutupnya. *

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto