Sumsel

AS Iran Capai Kesepakatan Damai, Ini 8 Poin Utama dan Isi Perjanjiannya

Septiyanti Dwi Cahyani | 16 Juni 2026, 08:00 WIB
AS Iran Capai Kesepakatan Damai, Ini 8 Poin Utama dan Isi Perjanjiannya
Selat Hormuz.

AKURAT. CO SUMSEL - Perang di Timur Tengah disebut akan berakhir seiring dengan Iran dan Amerika Serikat (AS) yang dikabarkan telah mencapai kesepakatan damai.

Draf kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memuat beberapa poin utama, mulai dari pembukaan aset miliaran dolar Teheran, pelonggaran sanksi minyak hingga pembukaan Selat Hormuz.

Kedua negara disebut telah mencapai kesepakatan secara lisan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Cek Bansos Kemensos, Ini Tanda Bantuan PKH dan BPNT Segera Cair

Kesepakatan damai antara AS dan Iran ini termaktub dalam nota kesepahaman (MoU) yang sudah difinalisasi oleh kedua negara.

Dalam MoU tersebut, ada beberapa hal yang disepakati AS dan Iran sehingga perdamaian bisa terjadi, berikut rinciannya:

1. Perang Harus Berakhir di Semua Pihak Termasuk Lebanon

Baca Juga: Hari Ini Libur Apa? Cek Daftar Tanggal Merah Juni Sesuai SKB 3 Menteri

Hal pertama yang tertuang dalam MoU perdamaian AS dan Iran adalah penghentian perang di semua pihak, termasuk Lebanon.

Jadi, penghentian perang tidak hanya melibatkan AS dan Iran saja, tetapi juga Israel dan Lebanon.

Oleh karena itu, Israel wajib menghentikan serangan terhadap Lebanon.

Baca Juga: Semarak Malam 1 Muharram, Puluhan Warga Kuto Palembang Gelar Pawai Obor

2. AS Bersedia Mencabut Sanksi Ekonomi Iran

Dalam draf MoU yang beredar, AS juga disebut bersedia mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran.

Dalam hal ini, AS akan mengizinkan Iran untuk menjual semua produk minyak dan gas buminya ke luar negeri.

Baca Juga: Diduga Masalah Omongan, Seorang Lanjut Usia Tewas di Tusuk Oleh Tetangga Sendiri di Seberang Ulu 2 Palembang

Washington juga mengizinkan Teheran untuk mendapatkan keuntungan penuh atas penjualan tersebut.

Sejak perang meletus pada akhir Februari 2026, AS melarang Iran untuk menjual semua produk minyak dan gas buminya ke negara lain.

Semua negara di dunia juga dilarang untuk membeli minyak dan gas bumi dari Iran.

Baca Juga: Shin Tae-yong Diberi Kewenangan Penuh, Persija Jakarta Siap Rombak Total Komposisi Pemain Asing

Jika melanggar, maka AS akan memberi tarif dagang tinggi terhadap negara yang bersangkutan.

Kala itu, langkah ini dilakukan untuk menghentikan pendapatan Iran sehingga mereka tidak bisa melanjutkan perang melawan AS dan Israel.

3. AS Bersedia Melepas Semua Aset Iran yang Dibekukan

Baca Juga: 34 Tahun Dipasung, Warga Empat Lawang Akhirnya Menghirup Kebebasan

Selanjutnya, AS bersedia melepas semua aset Iran yang selama ini mereka bekukan.

Dilansir Jerusalem Post, aset itu berjumlah 25 miliar dolar AS atau setara Rp442,2 triliun.

AS dikabarkan akan mentransfer semua aset tersebut secara langsung ke Iran.

Baca Juga: Begini Respon Gubernur Sumsel Soal Aksi Masa Mahasiswa di Sumsel

4. AS Bersedia Membantu Rekonstruksi Iran

Sebagai pihak yang lebih dulu memulai perang, AS menegaskan siap bertanggung jawab penuh.

Dalam MoU yang disepakati, AS bersedia membantu Iran untuk merekonstruksi semua kerusakan di wilayahnya yang timbul akibat perang.

Baca Juga: Mahasiswa Sumsel Evaluasi 19 Bulan Pemerintahan Prabowo-Gibran, Beri Kartu Merah

Untuk merekonstruksi semua kerusakan di Iran, AS dikabarkan akan bekerja sama dengan para sekutunya.

Langkah ini akan dibahas lebih lanjut dengan Iran dan akan segera dilakukan dalam 60 hari ke depan.

5. AS Bersedia Menghentikan Blokade Pelabuhan dan Kapal Iran

Baca Juga: HUT ke-1.343 Palembang, Prangko Bergambar Ampera hingga Sriwijaya Resmi Diluncurkan

Sejak April lalu, AS telah memblokade semua pelabuhan dan kapal Iran di Selat Hormuz.

Praktik ini membuat kapal dagang dan kapal minyak dari Iran tidak bisa berlayar dari dan ke salah satu jalur perdagangan strategis global tersebut.

Namun, AS kini bersedia menghentikan blokade pelabuhan dan kapal Iran di Selat Hormuz.

Baca Juga: Diduga Dipicu Saling Tatap, Juru Parkir di Palembang Ditusuk Berkali-kali hingga Luka Berat

Kesediaan ini juga tertuang dalam MoU perdamaian yang sudah disepakati kedua negara.

Kesepakatan ini membuat semua kapal Iran, baik kapal dagang maupun kapal minyak bisa kembali berlayar di Selat Hormuz dengan bebas.

6. Iran Bersedia Membuka Selat Hormuz Secara Penuh

Baca Juga: Harga Pangan di Palembang Stabil, Bawang Merah dan Cabai Rawit Masih Mahal

Sebagai balasan atas sejumlah kompromi yang sudah diberikan AS, Iran kini bersedia membuka Selat Hormuz secara penuh.

Meski begitu, AS tetap mengizinkan Iran untuk mengontrol selat tersebut secara penuh.

Pekan lalu, Iran memutuskan untuk kembali menutup Selat Hormuz secara penuh.

Baca Juga: Bawa Isu Ekonomi hingga Penegakan Hukum, Mahasiswa Sumsel Kepung DPRD

Kala itu, keputusan ini diambil oleh Iran sebagai balasan atas serangan AS di tengah gencatan senjata kedua negara yang kala itu masih berlaku.

7. Iran Bersedia Membatasi Produksi Uranium

Selain itu, Iran bersedia untuk membatasi produksi uraniumnya.

Baca Juga: Jadwal Piala Dunia Fase Grup Selasa 16 Juni 2026, Ada 3 Laga Berlangsung

Ini merupakan salah satu syarat perdamaian utama yang diberikan AS ke Iran.

Sebab, AS tidak ingin Iran punya banyak uranium untuk mengembangkan senjata nuklir.

8. Iran bersedia menghentikan program senjata nuklir

Baca Juga: Diduga Dipicu Rasa Iri, Karyawan Warung di Palembang Dikeroyok Tiga Temannya Saat Sedang Bekerja

Terakhir, Iran juga bersedia menghentikan program pengembangan senjata nuklirnya.

Iran mengatakan akan menghormati aturan Nuclear Non-Proliferation Treaty yang melarang negara di dunia untuk memproduksi senjata nuklir.

Kesepakatan ini merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh AS.

Baca Juga: Black Clover Resmi Kembali! Musim Kedua Tayang Oktober 2026, Asta Siap Lanjutkan Petualangan

Sebab, Negeri Paman Sam merupakan pihak yang paling vokal menentang program pengembangan senjata nuklir Iran.

AS tidak ingin Iran punya senjata nuklir karena bisa menjadi ancaman global.

Itulah poin-poin utama yang tertuang dalam draf kesepakatan damai AS dengan Iran.

Baca Juga: 10 Warung Makan Prasmanan di Palembang yang Wajib Dicoba, Menu Lengkap Harga Bersahabat

Sebenarnya, MoU tersebut berisikan 14 kesepakatan.

Namun, yang beredar luas di media hanya delapan poin tersebut. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.