Sering Mabuk Perjalanan Darat? Ini Penjelasan Ilmiah dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO SUMSEL – Bagi sebagian orang, perjalanan darat sering kali menjadi mimpi buruk karena mabuk perjalanan.
Gejala seperti mual, pusing, dan muntah bisa merusak keseruan liburan.
Tapi, mengapa tubuh kita bereaksi seperti itu? Dan bagaimana cara mencegahnya?
Baca Juga: Sri Mulyani dan Kementerian Keuangan, Deretan Penghargaan hingga Menteri 3 Era Presiden Berbeda
Otak yang Bingung Menerima Sinyal
Mabuk perjalanan, atau motion sickness, terjadi karena adanya konflik antara sinyal yang diterima oleh otak dari berbagai indra.
Ketika Anda berada di dalam mobil yang bergerak, mata Anda mungkin melihat pemandangan di dalam mobil yang diam, seperti jok atau dasbor.
Baca Juga: Info Pemadaman Listrik PLN Palembang Hari Ini, Perkantoran hingga Rumah Dinas Wali Kota Terdampak
Namun, telinga bagian dalam Anda, yang bertanggung jawab untuk keseimbangan, merasakan adanya gerakan.
Sinyal yang tidak sinkron ini membuat otak "bingung."
Otak menganggap gerakan yang dirasakan oleh telinga tidak cocok dengan apa yang dilihat mata.
Baca Juga: Hujan Sepanjang Hari Berpotensi Landa Sebagian Sumsel Pada Rabu 10 September 2025
Reaksi bingung inilah yang memicu gejala mabuk perjalanan, seperti keringat dingin, pusing, dan mual.
Faktor Pemicu Mabuk Perjalanan
Beberapa kondisi dapat memperburuk motion sickness.
Baca Juga: Wagub Cik Ujang Dorong Perusahaan Aktif Salurkan CSR Kesehatan Untuk Bantu Masyarakat
Posisi Duduk: Duduk di kursi belakang atau di kursi yang tidak menghadap ke depan bisa membuat Anda lebih rentan.
Aktivitas di dalam Mobil: Membaca buku atau bermain gadget saat mobil bergerak juga bisa memperparah konflik sinyal, karena mata Anda fokus pada objek diam sementara tubuh merasakan gerakan.
Kurang Tidur dan Kelelahan: Tubuh yang lelah lebih mudah merespons negatif terhadap gerakan.
Udara dalam Kabin:Udara yang pengap dan tidak segar bisa meningkatkan rasa mual.
Cara Efektif Mencegah Mabuk Darat
Untuk membuat perjalanan Anda lebih nyaman, coba terapkan tips berikut:
Baca Juga: Aksi Bandit Bobol Rumah di Palembang Terekam CCTV, Surat Berharga Raib Dibawa Kabur
1. Pilih Posisi Duduk Strategis
Duduklah di kursi depan dan arahkan pandangan ke jalan di depan.
Ini membantu otak menyinkronkan apa yang dilihat mata dengan gerakan yang dirasakan tubuh.
Baca Juga: 6 Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Buntut Persoalan Sewa Mobil Mogok
2. Hindari Membaca
Alihkan perhatian Anda dari buku atau gadget. Dengarkan musik atau nikmati pemandangan di luar jendela.
3. Udara Segar
Buka jendela sedikit untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik.
Baca Juga: Kasus Dugaan Penganiayaan Mahasiswa oleh Dekan UMP Berakhir Damai, Polisi Terbitkan SP3
4. Istirahat Cukup
Pastikan Anda tidur yang cukup sebelum memulai perjalanan.
5. Cemilan Ringan
Hindari makan terlalu banyak sebelum bepergian.
Bawa cemilan ringan seperti biskuit atau permen jahe, yang bisa membantu meredakan mual.
Jika gejala tetap parah, konsultasikan dengan apoteker atau dokter untuk mendapatkan obat anti-mabuk yang sesuai.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









