3 Kuliner Ramadhan Khas Palembang yang Mulai Langka

AKURAT. CO SUMSEL - Palembang merupakan salah satu Kota yang kaya akan kuliner.
Mulai dari pempek, tekwan, laksan, pindang patin, malbi dan masih banyak lagi.
Selain itu, ada juga makanan-makanan yang hanya bisa kita temukan saat Ramadhan.
Baca Juga: Lonjakan Pemudik Palembang-Bangka Belitung, Arus Penyeberangan Meningkat Jelang Lebaran
Seperti bubur suro, kue gandus, srikayo hingga ragit.
Namun, ternyata ada juga beberapa makanan khas Palembang yang sudah mulai langka dan bisa dikatakan hampir punah.
Apa saja ? Simak ulasannya di bawah ini.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Shalat Subuh Kota Palembang Jumat 28 Ramadhan 1446 H
Dadar Jiwo
Dadar Jiwo merupakan kue basah yang tampilannya menyerupai dadar gulung atau lumpia.
Kulitnya terbuat dari campuran tepung terigu, telur dan kunyit.
Baca Juga: 638 Jemaah Haji Sumsel Lunasi Bipih Tahap Kedua, Total 78% Kuota Terpenuhi
Sementara isiannya adalah irisan pepaya yang ditumis dengan bumbu-bumbu rempah yang khas.
Kue ini sering disajikan dengan berbagai topping, seperti abon, bawang goreng atau irisan cabai.
Selain itu, ada juga kue dadar jiwo yang disajikan dengan saus glondo santan, akan tetapi varian ini lebih sulit ditemukan.
Baca Juga: Pria Tua di Palembang Alami Luka di Kepala Akibat Dipukul Pipa Besi, Pelaku Dilaporkan ke Polisi
Kue Kumbu
Kue Kumbu, salah satu kuliner khas Palembang yang memiliki cita rasa manis dengan tekstur yang lembut.
Kue ini terbuat dari campuran kacang hijau, gula, dan santan, yang kemudian dibungkus dengan kulit tipis dari tepung ketan sebelum dikukus atau dipanggang.
Baca Juga: Perumda Tirta Musi Pastikan Layanan Air Bersih Berjalan Selama Libur Nyepi dan Idul Fitri
Biasanya, kue kumbu disajikan saat acara keluarga, perayaan hari besar seperti Lebaran, dan dalam upacara adat Palembang.
Namun, seiring perkembangan zaman kue ini sudah semakin susah ditemui.
Gulo Puan
Baca Juga: Urkes Polrestabes Palembang Siagakan Tim Medis di Pos Pengamanan Lebaran
Gulo puan adalah kudapan manis khas Palembang yang terbuat dari susu kerbau rawa dan gula.
Kudapan ini kini mulai langka karena populasi kerbau rawa berkurang dan mengingat proses pembuatannya masih sangat tradisional.
Konon, duli gulo puan merupakan kudapan favorit para bangsawan dan merupakan upeti dari masyarakat Pampangan kepada Sultan Palembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









