KM 14–18 Jadi Titik Macet Terparah di Jalintim Banyuasin

AKURAT.CO SUMSEL Kemacetan panjang di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kembali terjadi dan dikeluhkan para pengguna jalan.
Antrean kendaraan bahkan mengular hingga puluhan kilometer, membuat pengendara harus menghabiskan waktu berjam-jam di perjalanan.
Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya pekerjaan pengecoran bahu jalan di Kilometer 17, kawasan Talang Kelapa.
Dampaknya, arus lalu lintas tersendat sejak wilayah Kecamatan Betung menuju arah Palembang.
Sejumlah jalur alternatif yang telah diinformasikan oleh pihak kepolisian maupun Dinas Perhubungan (Dishub) dinilai belum mampu mengurai kemacetan secara signifikan.
Selain itu, rencana pembukaan ruas Tol Kayu Agung–Palembang–Betung (Kapal Betung) secara fungsional juga belum sepenuhnya berjalan optimal.
Saat ini, rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup masih diterapkan di beberapa titik, sehingga kendaraan harus bergantian melintas. Kondisi ini membuat antrean semakin panjang, terutama pada jam-jam sibuk.
Berdasarkan keterangan dari Satuan Lalu Lintas Polres Banyuasin, titik kemacetan terparah berada di KM 14 hingga KM 18.
Di kawasan Talang Kelapa hingga Serong, kondisi jalan yang bergelombang dan mengalami penurunan permukaan memaksa kendaraan, khususnya truk dan kendaraan besar, melaju dengan kecepatan rendah.
Pihak kepolisian menyebut, akses jalan tol secara fungsional saat ini baru dibuka melalui pintu Tol Musi Landas.
Sementara itu, akses melalui Suak Tapeh dan Pulau Rimau masih bersifat situasional dan akan dibuka jika kondisi lalu lintas dinilai sudah sangat padat.
Di sisi lain, hanya kendaraan proyek tertentu yang diperbolehkan melintas di ruas Pulau Rimau, sehingga belum bisa dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat umum.
Kemacetan berkepanjangan ini tidak hanya berdampak pada waktu tempuh, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi para pengendara.
Salah satu sopir travel rute Palembang–Sekayu, Gunawan, mengaku kondisi tersebut sudah menjadi rutinitas yang melelahkan.
Ia mengatakan, antrean panjang kendaraan membuat perjalanan menjadi tidak efisien.
Selain waktu yang terbuang, konsumsi bahan bakar juga meningkat karena kendaraan sering berhenti dalam waktu lama.
“Setiap melintas dari arah Betung menuju Palembang, kami sudah siap menghadapi macet panjang. Waktu habis di jalan, tenaga terkuras, dan biaya operasional juga ikut meningkat,” ujarnya.
Pengendara berharap adanya langkah konkret dari pemerintah dan pihak terkait untuk mempercepat penanganan jalan rusak serta mengoptimalkan penggunaan jalur alternatif, termasuk pembukaan tol fungsional secara lebih luas guna mengurangi beban di Jalintim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu





